nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah SMP Hanyut di Kali Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 20:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 338 1992598 bocah-smp-hanyut-di-kali-bekasi-yFxd4rhl9x.jpg Seorang bocah SMP hanyut di Kali Bekasi (Foto: Wijaya/Okezone)

BEKASI - Kali Bekasi lagi-lagi menelan korban. Kali ini bocah berusia 15 tahun kelas 3 SMP, tenggelam saat tengah berenang bersama 11 rekannya, siang tadi. Korban hanyut terseret arus kali yang deras setelah gagal diselamatkan rekan-rekannya.

Korban yang diketahui bernama Eka Juli, warga Gang Manggis II RT 07 RW 05 Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, hingga kini belum ditemukan dan masih dalam upaya pencarian.

Awalnya, korban bersama 11 rekannya mandi beramai-ramai di kali Bekasi sekira pukul 13.30 WIB. Selang beberapa jam kemudian, terdengar teriakan minta tolong dari korban. Rekan korban yang mendengar, lantas mencoba menolong korban namun gagal. Tubuh korban pun hanyut terseret arus dan tidak terlihat lagi.

Sementara orangtua korban sempat beberapa kali pingsan usai mengetahui peristiwa tragis yang menimpa anaknya.

"Orang tuanya pingsan enggak bisa bangun, saya tetangganya yang ke sini," kata Prasetyo (54), tetangga korban di lokasi kepada Okezone, Senin (17/12/2018).

(Baca Juga: Bocah 13 Tahun Hanyut di Sungai Kalimalang Bekasi)

Ia menuturkan, korban merupakan anak pertama dari pasangan Soekarno dan Sutiyem. Korban dua bersaudara dan bersekolah di SMP Al Muhtadin di Pangkalan 1B, Bantargebang, Bekasi. "Si bocahnya kalau banjir itu suka dorong dorong mobil," ujarnya.

Prasetyo menyebutkan, tetangga sekitar juga telah berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi, namun belum membuahkan hasil. "Tadi tetangga saya juga udah ada yang menyelam sore tadi. Di dasar itu gelombangnya tidak rata, dalamnya 4 meter lebih," ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi, sebanyak 7 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, pihak kepolisian serta Babinsa TNI masih berupaya melakukan pencarian darat terhadap korban.

Satgas BPBD Kota Bekasi yang terjun ke lokasi, melakukan pencarian melalui jalur darat. "Tindak awal kita melakukan penyisiran darat di titik-titik yang dicurigai korban nyangkut. Malam ini tidak mungkin turun ke dasar kali Bekasi," kata Wakil Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono.

Menurutnya, hujan yang turun di wilayah Bogor dan sekitarnya, dapat memperburuk proses pencarian. Pasalnya, air kiriman dari wilayah Bogor akan membuat debit air kali semakin tinggi dan deras.

"Kalau untuk medannya kali Bekasi kita hafal benar. Karena di Bogor hujan intensitas sedang, air kiriman sampai kesini 4 jam. Kalau hujannya pukul 19.00 WIB, maka pukul 23.00 WIB harus diwaspadai air kiriman dari Bogor. Sedangkan di lokasi awal ada pusaran. Diprediksi korban belum jauh dari lokasi dia berenang," papar Karsono.

Saat ini, kata dia, BPBD Kota Bekasi telah mendapat bantuan dari pihak kepolisian dan TNI untuk upaya pencarian. Sementara Basarnas juga sudah dikoordinasikan untuk ikut membantu melakukan pencarian melalui darat, dengan menyisir di sepanjang kali Bekasi.

"Anggota sudah menyebar, salah satunya sudah ada yang standby di jembatan Jalan Baru Cipendawa," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini