nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satpol PP Diperintahkan Pantau Kos-Kosan Pasca-Pesta Seks di Yogyakarta

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 10:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 510 1992223 satpol-pp-diperintahkan-pantau-kos-kosan-pasca-pesta-seks-di-yogyakarta-V8gj9rqQ8u.jpeg Homestay pesta seks di Yogyakarta (foto: ist)

SLEMAN - Kasus pesta seks di sebuah homestay kawasan Jalan Nusa Indah Condongcatur Depok, Sleman beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian masyarakat luas. 12 orang yang tertangkap dan 2 menjadi tersangka membuat mata banyak orang terbelalak lantaran kejadian tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan perhatian pada kasus yang terjadi di wilayahnya. Sri Purnomo mengaku telah memerintahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja untuk menggencarkan pengawasan kos-kosan termasuk homestay yang ada di wilayah Sleman.

“Saya sudah perintahkan Kasatpol PP untuk lebih gencar mengawasi kos-kosan di Kabupaten Sleman, tapi kami juga imbau masyarakat peduli karena tenaga kita juga terbatas. Kita butuh bantuan semua pihak termasuk masyarakat,” ungkap Sri Purnomo, Minggu (16/12/2018).

 (Baca juga: Faktor Pemicu Pesta Seks di Yogya Menurut Sosiolog)

Peran masyarakat menurut Bupati Sleman tersebut sangat diperlukan untuk menjaga bersama wilayah sekitar. “Ketika ada kegiatan tak sehat segera lapor pada kami agar ditindaklanjuti, agar dicegah,” sambungnya.

 sek

Sementara terkait homestay Arawa yang dijadikan lokasi pesta seks, Sri Purnomo mengakui pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam kemungkinan keterlibatan pemilik.

“Kalau memang terbukti keterlibatan yang punya rumah, mengijinkan dan terlibat ya kita tutup. Kalau homestaynya tidak berizin ya kita dorong paksa mencari izin,” tegasnya.

 (Baca juga: Sultan HB X Sedih dan Malu Ada Pesta Seks di Yogyakarta)

Sebelumnya diberitakan jajaran kepolisian Polda DIY menggerebek sebuah rumah singgah di Jalan Nusa Indah Selasa (11/12/2018) malam lalu dan mendapati 12 orang sedang melakukan pesta seks di mana satu pasang didapati bersetubuh di hadapan 10 orang lainnya.

Polisi menetapkan dua tersangka yakni AS dan HK lantaran dinilai mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. Polisi menyangkakan pasal perbuatan cabul dan perdagangan manusia pada keduanya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini