nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliansi Muslim Antiteror Harap Indonesia Terlibat Perangi Terorisme

Rabu 19 Desember 2018 14:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 19 18 1993421 aliansi-muslim-antiteror-harap-indonesia-terlibat-perangi-terorisme-NMJvqfZrzt.JPG Delegasi Indonesia bertemu perwakilan Aliansi Muslim Antiteror di Arab Saudi (Foto: Ist)

RIYADH - Koalisi Militer Islam untuk Pemberantasan Terorisme atau Islamic Military Counter Terrorism Coalition (IMCTC) membuka pintu untuk keterlibatan Indonesia dalam upaya kerjasama penanggulangan terorisme yang selama ini jadi masalah serius di dunia Islam.

"Ancaman terorisme telah melewati batas negara dan Islam selama ini selalu menjadi korban aksi terorisme dan ekstrimisme. Karena itu penting bagi dunia Islam untuk bekerja sama memberantas kejahatan luar biasa ini," kata Kepala IMCTC, Jenderal Rahid Syarif, di Riyadh, saat menerima kunjungan delegasi Indonesia untuk pameran budaya Al Janadriyah yang dipimpin Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (19/12/2018).

Menurut Syarif, keterlibatan Indonesia dapat memperkuat aliansi itu, karena Indonesia dinilai memiliki pengalaman yang luas dalam penanggulangan dan pemberatasan aksi terorisme. IMCTC, sejak didirikan setahun lalu, beranggotakan sebanyak 41 negara muslim di kawasan Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Tenggara, seperti Arab Saudi, Mesir, Kuwait, Qatar, Pakistan, Brunei Darussalam dan Malaysia.

Koalisi Muslim Antiteror

Negara-negara Islam kata Syarif, membutuhkan koalisi ini karena organisasi teroris mencemarkan nilai-nilai Islam. Stigma bahwa Islam dekat dengan terorisme, harus direafirmasi dengan nilai-nilai Islam yang moderat, damai, toleran, dan senantiasa ingin hidup berdampingan.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Indonesia memiliki pemahaman yang sama dengan IMCTC bahwa terorisme merupakan masalah besar bagi dunia Islam. "Semangatnya sama, yakni bagaimana dunia bersama-sama memerangi terorisme," kata Mantan Wakil Menteri Pertahanan itu.

Koalisi Muslim Antiteror

Namun, kata Sjafrie, Indonesia sulit untuk bergabung dalam sebuah aliansi militer, karena dalam UUD 1945 ditegaskan kebijaksanaan luar negeri Indonesia adalah non-blok. Sjafrie menyatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak menyetujui Indonesia untuk bergabung dalam aliansi itu. Namun, Indonesia akan mencari bentuk kerjasama lain dalam penanggulangan terorisme.

Indonesia sejauh ini menjadi salah satu negara yang paling berhasil dalam penanganan terorisme. Sejauh ini setidaknya sudah lebih dari 2.000 teroris ditangkap oleh Densus 88. Di kawasan Asia Tenggara Indonesia juga telah menjalin kerjasama penaggulangan terorisme bersama Filipina dan Malaysia, terutama dengan menggalang patroli bersama di sejumlah kawasan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini