nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinjau Dermaga Eksekutif Merak, Dirjen Hubdat Jelaskan Strategi Hadapi Libur Nataru

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 10:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 20 1 1993757 tinjau-dermaga-eksekutif-merak-dirjen-hubdat-jelaskan-strategi-hadapi-libur-nataru-5XdrdoS4OQ.jpg Dirjen Hubdat kunjungi Dermaga Eksekutif Merak (Foto: Kemenhub)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi mengunjungi Pelabuhan Penyeberangan Merak untuk memeriksa kesiapan Merak dalam menghadapi penyelenggaraan Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru), Rabu 19 Desember 2018.

“Penekanan dari Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), dan Kapolri yaitu menyiapkan sarana, prasarana juga ramp check (pemeriksaan lapangan). Kapolri juga mengingatkan pentingnya mewaspadai ancaman terorisme,” kata Dirjen Budi.

Dengan didampingi Ira Puspadewi, Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Dirjen Budi nampak menyapa beberapa penumpang yang baru saja turun dari kapal penyeberangan. “Masyarakat banyak yang merasa puas dan tidak menyangka situasi bagus seperti ini ada di Merak. Dengan beroperasinya dermaga eksekutif ini diharapkan pelayanan kita betul- betul dirasakan masyarakat,” ungkap Dirjen Budi di atas garbarata yang sedang terhubung dengan salah satu kapal yang sedang bersandar di Dermaga Eksekutif di Merak. Garbarata yang sama selayaknya di pesawat ini merupakan salah satu fasilitas premium yang dapat dinikmati di Dermaga Eksekutif yang baru pertama ada ini.

Dirjen Budi menyampaikan, penyelenggaraan Nataru tahun ini sebagai ajang uji coba kesiapan dermaga eksekutif ini. “Untuk Nataru nanti pertama kali akan kita uji coba, nanti kita persiapkan yang sebenarnya untuk berangkat pada Lebaran 2019 mendatang. Melihat kenaikan penumpang tidak begitu signifikan, paling antara 5%-10% jadi kita harapkan begitu uji coba ini menjadi pembelajaran kita termasuk operator bagaimana pelayanan kita untuk Lebaran di 2019,” katanya.

Fokus utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurut Dirjen Budi, ada pada beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang seperti Danau Toba Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Manado, dan Ambon. “Daerah- daerah ini menjadi perhatian Bapak Menhub untuk kesiapan dermaga penyeberangan termasuk kapal- kapal penyeberangannya,” jelas Dirjen Budi.

Mengenai PM 88 tahun 2014 seputar kapal yang melayani di lintasan Merak- Bakauheni di bawah 5.000 Gross Tonnage (GT) saat ini masih ditunda penerapannya. “Saat ini memang sudah tidak lagi kami beri izin, namun mengingat akan ada kebutuhan untuk Angkutan Nataru maka sementara ditunda dulu. PM 88/2014 tetap kita jalankan,” demikian tegas Dirjen Budi saat membahas penerapan PM 88/2014.

Di sisi lain, jalur darat untuk warga yang ingin merayakan Nataru juga sudah disiapkan. Untuk menghindari kemacaten, sambung Dirjen Budi, strategi yang dipakai dengan melibatkan banyak pihak dan penghentian sementera proyek pembangunan jalan.

“Untuk jalan tol semuanya sudah siap dan jalan alternatif nanti Polres setempat yang akan menyiapkan. Jalan nasional sejauh ini tidak ada masalah. Jalur Jakarta- Cikampek memang rawan macet, jadi strategi yang kita siapkan adalah penghentian pekerjaan pembangunan mulai tanggal 19 Desember- 1 Januari,” ujar Dirjen Budi.

Strategi lainnya yaitu dengan pembatasan operasional kendaraan barang pada masa Natal mulai berlaku pada 21- 22 Desember, 25 Desember. Sedangkan untuk periode Tahun Baru dimulai pada 28-29 Desember, dan 1 Januari. “Pembatasan ini berlaku untuk kendaraan barang dengan sumbu 3 ke atas,” tambah Dirjen Budi.

Pembatasan operasional ini diatur untuk mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini