nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawat Diplomatik Uni Eropa Diretas

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 06:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 20 18 1993693 kawat-diplomatik-uni-eropa-diretas-FivItiUdsp.jpg Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker (Foto: AP)

WASHINGTON - Sejumlah peretas berhasil mengakses jaringan-jaringan komunikasi diplomatik Uni Eropa selama tiga tahun. Sehingga mereka dimungkinkan mengunduh ribuan kawat diplomatik rahasia.

Laporan itu mengatakan, aksi peretasan itu ditemukan oleh perusahaan keamanan cyber Area 1, yang menyediakan lebih dari 1.100 kawat berita ke surat kabar itu.

Dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (20/12/2018), materi yang diretas itu mengungkap kekhawatiran Eropa tentang pemerintahan Trump yang sulit diprediksi, termasuk reaksi Uni Eropa mengenai sikap negatif Trump terhadap blok itu yang telah menciptakan banyak ketidakpastian.

Dokumen-dokumen itu juga menyorot kesulitan yang dihadapi blok itu dalam berunding dengan Rusia dan China, dan dalam menyikapi risiko bahwa Iran yang dapat menghidupkan kembali program nuklirnya. Kawat-kawat diplomatik yang diretas juga termasuk nota pembicaraan Uni Eropa dengan para pemimpin Arab Saudi, Israel dan negara-negara lain.

Informasi-informasi yang diakses peretas tergolong rahasia, namun pada tingkat rendah karena diberi label terbatas. Dokumen-dokumen yang lebih rahasia disimpan dalam sistem terpisah.

Sebuah kawat diplomatik dari Wakil Ketua Misi Uni Eropa di Amerika menganjurkan agar diplomat-diplomat Uni Eropa bekerja secara langsung dengan para anggota Kongres, bukannya dengan Trump, dan berusaha meningkatkan hubungan dengan menggambarkan Amerika Serikat sebagai mitra paling penting.

Dalam kawat lain, para diplomat Eropa membahas pertemuan Trump Juli lalu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, di mana pemimpin AS itu menentang penilaian badan intelijennya dengan mengatakan, dia tidak melihat alasan mengapa Rusia ikut campur dalam pemilu AS tahun 2016 yang membawanya ke kursi presiden.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini