Mendagri Sebut Racun Demokrasi adalah Politik Uang

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 03:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 21 605 1994187 mendagri-sebut-racun-demokrasi-adalah-politik-uang-VTVZdBoE1A.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Okezone/Kemendagri

KUPANG - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan racun demokrasi kekinian adalah politik uang. Oleh karena itu setiap anak bangsa memiliki tanggung jawab sama untuk melawannya.

"Praktik politik uang itu adalah racun demokrasi dan harus kita lawan bersama," kata Tjahjo dalam sambutan pada acara HUT NTT ke-60 di Kupang, Kamis, 20 Desember 2018.

Selain politik uang, di tahun politik dan pada masa kampanye ini, politisi asal PDI Perjuangan ini juga mengajak seluruh masyarakat terutama kontestan pemilu dan seluruh perangkatnya untuk menghindari kampanye berbau ujaran kebencian, isu suku, agama, ras dan antaragolongan (SARA) serta fitnah.

"Saya mengajak kita semua untuk menggunakan masa kampanye ini dengan memaparkan program kerja, adu gagasan dan ide, jangan fitnah dan SARA," katanya.

Foto: Okezone/Heru Haryono

Menurut dia, bangsa Indonesia saat ini sedang menjalankan konsolidasi demokrasi. Pemilu serentak berupa pemilihan kepala daerah dengan tiga tahapnya sudah dilakukan dengan lancar dan amanah, meskipun masih diklaim ada sejumlah hambatan. "Namun umumnya tiga kali pelaksanaan pilkada berjalan lancar," tutur Tjahjo.

Dia memgatakan saat ini bangsa Indonesia segera memasuki pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota DPR, DPRD kabupaten/kota dan DPD RI yang sedang berada di masa kampanye. Ia meminta semua pihak untuk memaanfaatkan masa kampanye dengan memaparkan program kerja demi memastikan masyarakat menjatuhkan pilihan. "Jangan malah sebaliknya menebar fitnah dan lainnya. Biarlah proses ini bisa berjalan sesuai amanah regulasi," ujarnya.

Baca: Jalan Kaki dari Tegal ke Jakarta, Rahman Akhirnya Bertemu Prabowo

Baca: Kotak Suara Kardus Dikritik, Mendagri: Jangan Cari-Cari Kekhawatiran

Masyarakat lanjut dia, harus mendapatkan sajian dan menu kampanye berkualitas berupa program kerja nyata jika terpilih. Dengan begitu masyarakat diberi ruang untuk mendapatkan pendidikan politik yang bermartabat untuk selanjutnya bisa menjatuhkan pilihan.

"Itu artinya masyarakat akan diberi ruang yang luas untuk menentukan calon pemimpin amanah untuk kesejahtetaannya," katanya. "Kalau kampanyenya berisi ujaran kebencian, fitnah dan berbau Sara apalagi di awang-awang maka saya ajak kita semua untuk melawannya," lanjut dia.

Foto: Okezone/Heru Haryono

Tjahjo memyampaikan bahwa negeri Indonesia yang berazaskan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika tak memberi ruang bagi siapa pun untuk oknum maupun kelompok yang akan mengubahnya dengan idiologi lain. "Saya ajak kita semua lawan," tegasnya.

Dia meyakini kondisi keamanan dalam sejumlah tahapan hingga pemungutan suara nantinya akan berjalan aman dan lancar. Jajaran kepolisian dibantu TNI dengan tiga matranya akan memberi cukup perhatian bagi pelaksanaan mencari pemimpin untuk lima tahun ke depan itu.

Pada kesempatan itu, Tjahjo juga meminta pemerintah daerah untuk bisa membantu kelancaran pelaksanaan pengawasan yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Hal ini demi kelancaran pengawasan pelaksanaan pesta demokraai rakyat lima tahunan itu. "Ya, pemda bisa bantu fasilitas kantor dan fasilitas lain yang menujang pelaksanaan pengawasan nantinya," katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini