TKN Sebut Reuni 212 Jadi Blunder Elektabilitas Prabowo

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 22:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 605 1994628 tkn-sebut-reuni-212-jadi-blunder-elektabilitas-prabowo-A3i6PCylhp.jpg Aksi Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu 2 Desember 2018 (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin, Inas N Zubir menyebut, adanya aksi 212 lalu justru menjadi blunder bagi elektabilitas pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno.

Ketua Fraksi Partai Hanura itu menjelaskan, hal tersebut dapat dilihat dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Pasalnya, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi mengalami penurunan pasca-aksi tersebut.

(Baca Juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Terbuai Hasil Survei Pascareuni 212) 

Reuni Akbar 212 Berjalan Tertib dan Damai

"Survei ini diselenggarakan setelah reuni alumni 212 yang mengganti nama menjadi reuni mujahid 212, tapi justru blunder karena menjadi salah satu faktor menurun-nya elektabilitas Prabowo-Sandi," kata Inas kepada awak media, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Hasil survei LSI pasca-aksi 212 sendiri menghasilkan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin pada Desember 2018 pasca-reuni 212 tercatat 54,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,6 persen.

Inas menyatakan, reuni 212 pada tanggal 2 Desember 2018 lalu itu syarat dengan politik ambisi untuk Pilpres 2019. Menurut dia, reuni telah keluar dari kepentingan membela Islam.

Disisi lain, kata Inas, makna mujahid telah berbalik arah 180 derajat karena ternyata dalam acara tersebut syarat dukung-mendukung kepada Prabowo-Sandi.

"Tetapi cenderung mengelu-elukan Prabowo Subianto demi ambisi Pilpres 2019," tutup Inas. (Fid)

(Baca Juga: BPN Prabowo Santai Sikapi Survei Elektabilitas Jokowi Naik Usai Reuni 212)


(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini