Ziarah Kubur di Kompleks Kesultanan Banten Lama, Elite PDIP Petik Nilai Toleransi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 10:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 21 606 1994265 ziarah-kubur-di-kompleks-kesultanan-banten-lama-elite-pdip-petik-nilai-toleransi-VqXwE5A9ty.jpg PDIP ziarah di Kesultanan Banten (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Sejumlah elite PDI Perjuangan (PDIP) menyambangi Kompleks Keraton Surosowan Banten Lama, di Serang, Banten, Jumat (21/12/2018). Kegiatan ini merupakan rangkan kegiatan Safari Politik Kebangsaan IV PDIP.

Di sana, elite partai berlogo banteng moncong putih itu melakukan ziarah kubur sekaligus berdoa di makam Sultan Maulana Hasanuddin dan Sultan Ageng Tirtayasa.

"Kami mendoakan beliau-beliau yang berjuang tanpa pamrih menghadapi pemerintah kolonial Belanda," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di lokasi.

Hasto dan rombongan juga meninjau proses kerja revitalisasi Kompleks Keraton Surosowan Banten Lama. Mereka menyempatkan diri menyapa keluarga keraton dan masyarakat sekitar.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan hasil komunikasi dengan pihak keluarga, disebutkan bahwa toleransi bangsa sudah hidup dari sejak dulu. Sebab di kompleks itu, bukan hanya ada mesjid, namun juga vihara.

Baginya, merefleksikan hal itu menjadi penting di tengah menguatnya isu sektarian menjelang pemilu 2019. Para pendahulu sudah menghidupi pluralisme dan toleransi.

"Sekarang, masa hanya gara-gara pemilu, gara-gara pilpres, menafikan itu?" kata Djarot.

Mantan Wagub DKI itu menuturkan, saat ini ada pihak yang ingin menyeragamkan mazhab, dan menghalalkan segala cara. Termasuk dengan cara mencaci maki. Padahal perbedaan sudah ada sejak dahulu dan bisa hidup berdampingan dengan damai.

"Nilai-nilai itu yang dikristalisasi Bung Karno, Pancasila lahir menjadi ideologi kita," kata Djarot.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, Asep Rakhmatulloh, menyatakan pihaknya mendorong proses revitalisasi kompleks itu dilakukan. Niatan revitalisasi itu sudah ada sejak 18 tahun lalu, saat Banten dipisahkan menjadi provinsi sendiri, lepas dari Jawa Barat.

"PDIP ingin bagaimana mengangkat Kesultanan Banten ini supaya menjadi ikon Banten. Alhamdulillah sedang dalam proses pembangunannya," kata Asep.

Dijadwalkan, beberapa bulan ke depan, hasil revitalisasi itu sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Banten dan para peziarah yang datang. "Ini sekaligus untuk mungkin dalam kurun waktu beberapa bulan menggiatkan wisata religi ziarah di Banten jadi ikon pariwisata di Banten," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini