nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nihil Tsunami Susulan, Warga Lampung Selatan Diimbau Tetap Tenang

Inews, Jurnalis · Minggu 23 Desember 2018 09:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 23 340 1994987 nihil-tsunami-susulan-warga-lampung-selatan-diimbau-tetap-tenang-8NAqCLIODb.JPG Dampak tsunami yang menerjang wilayah Selat Sunda (Foto: Masirom/iNews))

BANDARLAMPUNG - Terjangan tsunami yang melanda wilayah pesisir Lampung Selatan pada Sabtu tadi malam menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan 89 luka-luka di Lampung Selatan, Lampung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, I Ketut Sukerta menyebut, dampak terparah terjadi di empat kecamatan Lampung Selatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo dan Katibung.

"Fokus kita di empat kecamatan tersebut," ujar Ketut saat dihubungi wartawan, Minggu (23/12/2018).

BPBD hingga kini masih melakukan pendataan korban di lokasi terdampak tersebut sembari mencari dan mengevakuasi korban sejak semalam hingga sekarang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, M Sefri Masdian, meminta para camat dan kepala desa menenangkan warga, agar tidak terpengaruh kabar yang simpang siur.

"Dapat dipastikan warga sudah dapat kembali ke kediamannya masing-masing. Yang paling penting, BMKG mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik," kata Sefri di Kalianda, Lampung Selatan.

Tsunami Anyer

Fenomena ini lanjutnya, cenderung karena bulan purnama, di mana terdapat pasang air laut ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus. Jadi tidak ada istilah gelombang susulan karena itu, warga diminta tetap tenang.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa tidak ada tsunami di pantai pesisir Kalianda. Gelombang yang terjadi di Sabtu malam ini mencapai permukiman rumah warga, dan pasang maksimum air laut terjadi pukul 18.00-19.00 WIB dengan tinggi hingga 1,5 meter.

"Hanya pasang surut maksimum yang memang di atas rata-rata. Kami mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan waspada," kata Kepala BMKG Lampung, Sugiyono.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini