nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Larang Perayaan Tahun Baru, Bupati Sarolangun Imbau Warganya Berzikir

Abimayu, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 23:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 26 340 1996347 larang-perayaan-tahun-baru-bupati-sarolangun-imbau-warganya-berzikir-BuLnfQyOne.jpg Bupati Sarolangun, Cek Endra. (Foto : Abimayu)

SAROLANGUN – Pergantian tahun sebelumnya selalu disambut dengan berbagai hiburan, bahkan mendatangkan artis untuk menghibur masyarakat. Namun, untuk tahun 2019, jangan harap bisa menyaksikan hiburan seperti itu. Pasalnya, untuk menyambut tahun baru kali ini, Bupati Sarolangun, Jambi, telah mengeluarkan maklumat tidak memperbolehkan adanya hiburan.

"Saya sudah mengelurkan maklumat bahwa dilarang untuk merayakan hiburan tahun baru, baik itu organ tunggal, petasan, kembang api dan tiupan trompet tidak ada perayaan itu," tegas Bupati Sarolangun, Cek Endra.

Untuk berkumpul-kumpul, kata Bupati, boleh dilakukan. Namun, untuk acara kumpul-kumpul, ia mengimbau agar diisi dengan ibadah seperti berzikir.

"Silakanlah kumpul-kumpul, tapi ingat jangan ada hiburan. Kumpullah di masjid masing-masing untuk melaksanakan salat magrib berjamaah lalu adakan tausiah dan salat isya' berjamah boleh, silakan," jelas Bupati.

Surat Edaran Bupati Sarolangun soal Larangan Perayaan Tahun Baru (Ist)

Sejak dikeluarkannya maklumat tentang larangan untuk menyambut pergantian tahun baru oleh Bupati Sarolangun, ternyata mendapat respons dari berbagai daerah. Ia mengklaim, daerah lainnya sangat mendukung program tersebut.

"Ini banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Apa yang kami edarkan kemarin, alhamdulilah masyarakat sangat senang dengan maklumat itu. Bukan hanya Sarolangun, malahan provinsi lain pun sangat mendukung program yang saya sampaikan. Yang pasti maklumat itu tidak ada bertentangan dengan peraturan yang ada, baik aturan daerah, provinsi maupun pusat," beber Cek Endra.

(Baca Juga : Bupati Sarolangun Jambi Larang Masyarakatnya Rayakan Tahun Baru)

Saat disinggung jika ada hiburan di Sarolangun yang masih buka pada malam tahun baru nanti, Bupati mengatakan akan memanggil pemiliknya.

"Kan ada pejabat yang paling rendah kepala desa. Kepala desa harus tanggung jawab kalau ada hiburan di desanya. Jika ada juga seperti itu akan kita panggil dan kita berikan sanksi," tandasnya.

(Baca Juga : Alasan Perayaan Natal Nasional 2018 Akan Digelar di Medan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini