nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Bima Kecewa Bibit Jagung Bantuan Pemerintah Tak Sesuai Harapan

Kamis 27 Desember 2018 00:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 26 340 1996362 petani-bima-kecewa-bibit-jagung-bantuan-pemerintah-tak-sesuai-harapan-kSnyNvAagS.JPG ilustrasi petani jagung (Foto: Ist)

MATARAM - Lantaran tidak cocok ditanam di lahan pertanian, varietas bibit jagung bantuan dari pemerintah tahun 2018 yakni jenis BISI-2 dan Premium-191 akhirnya dijadikan pakan ternak oleh petani di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka kecewa karena bibit jagung tersebut tidak sesuai harapan mereka.

"Kalau bibit dari bantuan pemerintah itu (BISI-2 dan Premium-191-red), tidak cocok di lahan kami, makanya banyak yang simpan di gudang. Kalau di rumah, saya pakai pakan ternak," kata Syamsudin, warga Dusun Rade, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, seperti dikutip dari laman Antaranews, Rabu (26/12/2018).

Dalam pertemuan di UPTD tingkat kabupaten sebelumnya, pemerintah menjanjikan bakal menyalurkan varietas bibit BISI-18, jenis yang telah sukses dalam masa panen di musim sebelumnya. Hal itu telah disepakati dalam usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan isian Calon Petani/Calon Lahan (CPCL).

"Janjinya pas di penyuluhan itu varietas BISI-18, tapi yang disalurkan varietas beda, BISI-2 dan Premium-191," keluhnya.

Meski begitu, petani setempat tetap menerima varietas bibit tersebut karena sifatnya bantuan dari pemerintah. "November lalu sempat kita tolak karena yang disalurkan itu Premium-191, makanya dua tiga hari kemarin dapat penyaluran lagi, tapi campur, Premium-191 dengan BISI-2, bukan BISI-18," tuturnya.

Sementara petani lainnya, Fajrin dari Dusun Doro Mbubu mengatakan, bantuan varietas bibit dari pemerintah tidak sesuai dengan pembahasan di UPTD. "Katanya stok untuk BISI-18 itu habis, makanya yang disalurkan BISI-2 dicampur Premium-191," kata Fajrin.

Ia pun bersama petani jagung lainnya mengaku sangat kecewa dan menyayangkan jika persoalannya adalah stok. Karena dari kualitas, BISI-18 dikatakannya lebih unggul ketimbang jenis BISI-2 dan Premium-191.

"Padahal varietas bibit BISI-18 itu yang cocok sama tanah di sini, hasil panennya yang kemarin bagus. Beda dengan yang sekarang dari pemerintah (BISI-2 dan Premium-191), tidak cocok di sini," pungkasnya.

Ladang Jagung

Namun hal berbeda disampaikan petani jagung dari Dusun Toke, Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jihad. Menurutnya, varietas bibit yang disalurkan pemerintah pada November lalu sudah sesuai dengan usulan RDKK dan CPCL, yakni BISI-18.

"Kita dapatnya BISI-18 sesuai usulan kemarin pas penyuluhan. Karena memang jenis itu yang cocok sama kondisi lahan di sini," kata Jihad.

Adapun mengenai kabar soal penyaluran varietas bibit yang tak sesuai dengan usulan, yakni BISI-2 dan Premium-191, Jihad mengaku dirinya bersama petani lain memang sempat melakukan penolakan.

"Memang sebelumnya ada rencana mau disalurkan yang jenis itu (BISI-2 dan Premium-191), tapi duluan kita tolak, karena tidak cocok dengan lahan kita," tegasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini