nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Pusat Unggulan Iptek, Kementan Intensif Kembangkan Tanaman Serat

Jamilah, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 26 65 1996167 punya-pusat-unggulan-iptek-kementan-intensif-kembangkan-tanaman-serat-u75zy9VZny.jpg Apresiasi Lembaga Litbang 2018 (Foto: Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini telah memiliki Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk tanaman serat. Pada Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2018 di Indonesia Conventional Exhibition (ICE) BSD Serpong, Kamis 13 Desember lalu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pun telah menetapkan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Serat.

Penetapan Balittas sebagai PUI disambut antusias oleh jajaran peneliti dan staf pendukung. Kepala Balittas Mohammad Cholid menyampaikan bahwa dengan penetapan ini, instansinya memperoleh dana insentif operasional Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi setiap tahun selama maksimum 3 (tiga) tahun. Selain itu, sebagai PUI, Balittas juga akan mendapatkan kemudahan atau prioritas dalam meraih program insentif lain yang terdapat di Kemenristekdikti.

Baca Juga: Mentan Ajak Mahasiswa Awasi dan Sukseskan Program Pertanian

“PUI juga akan mendapatkan pembinaan secara kelembagaan. Ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja dari sisi akademik dan komersialisasi hasil litbang sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Cholid saat dimintai keterangan, Rabu (26/12).

Balittas telah mengusulkan untuk menjadi PUI sejak tahun 2016. Menurut Cholid, sebagai salah satu kebutuhan pokok dunia terhadap 4F (food, feed, fiber, dan fuel), tanaman serat sangat strategis untuk dikembangkan.

“Deklarasi FAO tentang International Year of Natural Fibres 2009 yang bertujuan untuk memunculkan kembali serat alam untuk bahan baku industri, semakin menunjukkan pentingnya tanaman serat sebagai penghasil serat alam untuk lebih dikembangkan secara intensif,” sebutnya.

Pada tahun 2018, Balittas berupaya untuk memenuhi kriteria PUI. Cholid menyampaikan pada tahun ini, ada penambahan kegiatan sinergi dengan lembaga litbang lain yang juga tergabung dalam PUI dan hilirisasi produk. Sementara untuk meningkatkan public awareness, Balittas juga melakukan publikasi melalui media massa maupun website dan media sosial.

“Kami mengundang stasiun televisi untuk meliput kegiatan lokakarya tanaman serat sekaligus untuk memperkenalkan tanaman serat kepada publik,” jelas Cholid.

Baca Juga: Pertumbuhan Penduduk Mengancam Sistem Ketahanan Pangan Nasional

Dalam masa pembinaannya sebagai PUI, Balittas akan mengembangkan tiga kapasitas kelembagaan yang mencakup, kapasitas lembaga mengakses informasi (Sourcing Capacity), kapasitas riset (Research and Development Capacity), dan kapasitas diseminasi (Disseminating capacity).

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, KementanKuntoro Boga Andri, menjelaskan bahwa kemenristekdikti mengembangkan PUI dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) sehingga bisa menjadi lembaga litbang bertaraf internasional dalam bidang prioritas spesifik. Dengan pendayagunaan iptek dalam sektor produksi, diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini