nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Biologi UGM Ungkap Penyu Mati Bukan karena Plastik

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 16:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 26 65 1996205 tim-biologi-ugm-ungkap-penyu-mati-bukan-karena-plastik-yY7momeH9U.jpg Ilustrasi Penyu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) menggandeng Fakultas Biologi UGM melakukan observasi terhadap seekor penyu berjenis Lekang yang ditemukan mati karena memakan sampah plastik di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogjakarta.

Dosen Fakultas Biologi UGM Donan Satria Yudha mengungkapkan, ketika saya membedah isi perut penyu tersebut memang tidak ditemukan plastik. Timnya bongkar sampai perutnya tapi tidak ditemukan plastik sama sekali.

“Saya malah temukan ada ikan buntal di dalam perut penyu tersebut. Habis makan ikan buntal sepertinya," ungkap Donan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12/2018).

Baca Juga: 47 Dosen UGM Telah Tersertifikasi

Lebih lanjut, Donan menjelaskan jika berdasarkan foto yang beredar di media sosial, sepintas penyu yang ditemukan mati di Pantai Congot ini seperti mengeluarkan plastik dari lubang pembuangannya. Tetapi setelah dilakukan pengecekan, kata Donan, benda yang diduga plastik itu bukanlah plastik melainkan organ dalam penyu yang keluar dari lubang pembuangan.

"Saya pegang, saya raba itu bukan plastik. Dari hasil rabaan memang bukan plastik tapi organ dalam yang keluar. Karena kalau matikan melembung dan pecah," tukas Donan.

Donan menyebut jika kematian penyu tersebut bukanlah disebabkan oleh plastik seperti yang banyak disampaikan sejumlah LSM dan penggiat anti kantong plastik. Meskipun demikian Donan menyebut jika penyebab kematian penyu tersebut harus dicari tahu lebih lanjut.

"Kemungkinan besar memang tidak mati karena plastik. Karena tidak kita temukan plastik dari penyu itu," kata Donan.

Baca Juga: Peneliti Panas Bumi UGM Diundang Komisi PBB untuk Asia Pasifik

Sekedar informasi penyu berjenis Lekang ditemukan mati ini ditemukan oleh pemancing dan aktivis Wild Water Indonesia (WWI) Kulonprogo yang tengah mencari ikan. Penyu ini akhirnya dikubur di sekitar Pantai Congot.

Terlepas dari penyebab kematian penyu tersebut, tentunya pemerintah harus segera menerapkan manajemen sampah terpadu yang dapat meminimalisir terbawanya sampah hingga ke laut.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini