Share

Petualang AS Jadi Manusia Pertama yang Seorang Diri Lintasi Antartika Tanpa Bantuan

Thasyanur Azizah, Okezone · Kamis 27 Desember 2018 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 27 18 1996780 petualang-as-jadi-manusia-pertama-yang-seorang-diri-lintasi-antartika-tanpa-bantuan-pWlAiWTgR1.jpg Colin O'Brady mencapai Antartika pada 12 Desember 2018, 40 hari setelah menempuh perjalanan sejauh 1.480 kilometer. (Foto: Instagram/@COLINOBRADY)

SEORANG pertualang Amerika Serikat (AS) menjadi orang pertama yang berhasil melintasi Antartika sendirian tanpa bantuan apa pun pada Rabu, 26 Desember. Ia melintasi benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi dalam perjalanan selama 54 hari yang sebelumnya dianggap mustahil.

Colin O'Brady, asal Portland, Oregon menyelesaikan perjalanan yang mengerikan sejauh 1.500 kilometer dari utara hingga selatan Antartika. Teman, keluarga, serta penggemarnya memantau setiap perkembangan yang dilaporkan langung secara real time melalui laman jejaring colinobrady.com.

"Aku berhasil!" Kata O’Brady sambil menangis saat menelepon keluarganya yang berkumpul di Portland untuk liburan.

"Itu adalah sebuah panggilan emosional," kata istri O’Brady, Jenna Besaw. "Dia tampak diliputi oleh cinta dan terima kasih, dan dia benar-benar ingin mengatakan 'Terima kasih' kepada kita semua."

Dikutip dari laporan AP Kamis (27/12/2018), O’Brady (33) mendokumentasikan perjalanan yang ia sebut “The Impossible First” dalam halaman Instagram-nya, Colinobrady.

Pada Rabu, dia menulis laporan terakhirnya dengan mengatakan bahwa ia telah menempuh 129 kilometer terakhir dalam satu kali jalan setelah 32 jam 30 menit meninggalkan kemah terakhirnya di pagi Natal.

“32 jam dan 30 menit setelah meninggalkan kemah terakhir saya di pagi Natal, saya menutupi sisa ~ 80 mil (129 kilometer) dalam satu kali jalan, “Antartika Ultramarathon”, terus menerus ke garis finish.”

“Sementara 32 jam terakhir adalah beberapa jam yang paling menantang dalam hidup saya, mereka sejujurnya adalah beberapa momen terbaik yang pernah saya alami,”tulis O`Brady dalam postingannya.

Banyak memang yang telah berhasil melintasi Antartika, namun ini merupakan kali pertama perjalanan itu dilakukan tanpa adanya bantuan alat atau layang-layang yang digunakan untuk membantu mendorong dalam perjalanan.

Pada 2016, penjelajah Inggris Henry Worsley meninggal karena mencoba perjalanan solo tanpa bantuan melintasi Antartika. Ia pingsan karena kelelahan menjelang akhir perjalanan.

Teman Worsley dan sesama petualang Inggris Louis Rudd (49) saat ini juga sedang mencoba perjalanan yang sama untuk menghormati Worsley dan bersaing melawan O'Brady untuk menjadi yang pertama melakukannya.

Besaw berkata O'Brady berencana untuk tetap di Antartika sampai Rudd menyelesaikan perjalanannya, semoga dalam beberapa hari ke depan.

"Ini klub kecil," candanya. "Niatnya adalah untuk menunggu Louis dan memiliki semacam momen perayaan dengan satu-satunya orang di planet ini yang telah mencapai hal yang sama."

O'Brady memulai perjalanan pada 3 November dan harus terus mengangkut peralatan seberat 170 kilogram. Melewati rute yang sebagian besar menanjak dan melewati sastrugi, punggung bukit seperti gelombang yang diciptakan oleh angin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Saya tidak hanya menarik kereta luncur sepanjang hari, tapi saya menariknya melewati lebih dari ribuan tonjolan sastrugi yang diciptakan oleh angin kencang," tulisnya dalam sebuah posting Instagram pada 12 November.

Pada 18 November, ia menulis bahwa ia terbangun dan menemukan kereta luncurnya terkubur salju sepanjang malam. Hari itu ia bertarung melawan angin sakal yang bertiup 48 kilometer per jam selama delapan jam saat ia berjalan dengan susah payah.

“Ada beberapa kali saya mempertimbangkan untuk berhenti, memasang tenda saya kembali dan mengakhirinya perjalanan,” tulisnya. “Saya sangat ingin berhenti hari ini karena saya merasa lelah dan sendirian, tetapi mengingat semua hal positif yang telah dikirim oleh begitu banyak orang, saya menarik napas dalam-dalam dan fokus pada mempertahankan kemajuan maju selangkah demi selangkah dan berhasil menyelesaikan sehari penuh. "

Pada hari ke-37, atau 9 Desember, O'Brady menulis tentang seberapa banyak dia berubah, bersama dengan selfie di mana dia terlihat hampir kesakitan, salju berkumpul di sekitar topinya yang berbulu.

“Saya bukan lagi orang yang sama dengan saya ketika saya pergi dalam perjalanan, dapatkah Anda melihatnya di wajah saya?” Tulisnya. “Saya sudah menderita, takut mati, dingin dan sendirian. Saya tertawa dan menari, menangis air mata sukacita dan terpesona dengan cinta dan inspirasi. "

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini