nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengungkap Ancaman Gempa-Tsunami di Perut Bumi Rafflesia

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 27 340 1996674 mengungkap-ancaman-gempa-tsunami-di-perut-bumi-rafflesia-DnUIKAwZCE.jpg Petugas Stasiun Geofisika BMKG, Kepahiyang, Bengkulu (Demon/Okezone)

BENGKULU – Bengkulu berada di atas pertemuan lembeng Indo-Australia dan Eurasia sangat rawan terhadap bencana. Ada dua potensi gempa tersimpan di perut Bumi Rafflesia -julukan Provinsi Bengkulu-. Jika energi yang dikeluarkan besar maka berpotensi juga memicu gelombang tsunami.

Tidak heran bila Bengkulu kerap diguncang gempa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa provinsi dengan 10 kabupaen dan kota ini memiliki riwayat gempa sejak masa lalu yang di antaranya disusul tsunami.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) tingkat Ahli Muda Stasiun Geofisika milik BMKG di Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah menjelaskan, sumber potensi gempa di Bengkulu ada dua; di daratan dan lautan.

Potensi di lautan berada di pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Lempeng Indo-Australia relatif bergerak ke utara, sedangkan Eurasia ke selatan. Potensi gempa di pertemuan dua lempeng ini bisa saja memicu tsunami.

Sementara gempa daratan bisa bersumber dari tiga patahan atau sesar lokal di Bengkulu. Yakni, patahan Musi (Segmen Musi) di Kabupaten Kepahiang, patahan Manna (Segmen Manna) di Kabupaten Bengkulu Selatan dan patahan Ketahun (Segmen Ketahun). Karakteristik gempa darat kekuatannya biasa lebih kecil dari gempa di laut, tapi walau kecil bisa saja merusak jika pusatnya dangkal.

Sejarah Tsunami

 

Sejarah mencatat Bengkulu pernah empat kali diterjang tsunami masing-masing tahun 1797, 1833, 1861 dan 2007.

 

Pada 1797, tsunami dipicu oleh gempa 8,3 Skala Richter (SR) di Mentawai, Sumatera Barat juga sampai ke Bengkulu. Dampaknya paling parah di Padang yakni 300 orang meninggal dunia.

Pada 1833, gempa 9,0 SR yang berpusat di Mentawai juga memicu tsunami hingga ke daratan Bengkulu.

Pada 1861, gempa 8,5 SR yang berpusat di barat daya Bengkulu memicu amukan tsunami. Jalan di Pulau Baai, Kecamatan Kampung Melayu menuju pusat Kota Bengkulu terendam hingga 4,5 meter.

Bengkulu juga pernah dilanda gempa 8,4 SR pada 12 September 2007 yang memicu tsunami ke pesisir Bengkulu Utara hingga Mukomuko. Gelombang 2,2 meter juga melumat sebagian daratan Padang.

Sabar mengatakan tsunami saat itu tak terlalu dahsyat. Kerusakan justru banyak diakibatkan oleh gempa.

''Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tsunami ini. Umumnya korban jiwa diakibatkan oleh guncangan gempa yang meruntuhkan bangunan,'' jelas Sabar kepada Okezone, Kamis (27/12/2018).

Gempa saat itu berpusat di patahan geser sehingga terasa kuat. Tapi, jika saja gempanya di sesar naik-turun bisa saja memicu tsunami lebih tinggi.

Riwayat Gempa

Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat Bengkulu sudah dilanda 972 kali gempa tektonik dalam tiga tahun terakhir. Rinciannya pada 2016 sebanyak 346 kali; 2017 sebanyak 294 kali dan 2018 meningkat hingga 332 kali. Kekuatannya mulai dari 2,5 hingga 6 SR.

 

Dari 332 gempa yang terjadi sepanjang tahun ini, hanya 30 gempa yang dirasakan masyarakat.

Gempa tersebut rata-rata disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan.

''Paling banyak disebabkan oleh lempeng subduksi di laut. Untuk yang di darat sedikit,'' kata Sabar.

Menurutnya pelepasan energi gempa di Bengkulu sepanjang 2018 masih normal. Sebab, dengan gempa tersebut lempeng di Bengkulu terus bergerak dan melepaskan energi dalam bentuk gempa-gempa kecil, sehingga tidak menyimpan energi signifikan.

Potensi Gempa Dahsyat

Hasil analisis menunjukkan Bengkulu memilki potensi gempa di atas 7,5 SR. Siklus kegempaan di Bengkulu memasuki periode precursory gap. Hal ini ditandai dengan penurunan aktivitas kegempaan.

Gempa terakhir 8,4 SR mengguncang Bengkulu pada 2007. Hingga akhir 2018, belum ada gempa besar terjadi sehingga dalam periode itu dianggap bisa saja bumi sedang mengumpulkan energi.

''Wilayah Bengkulu saat ini diperkirakan memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan M> 7,5,'' ujar Sabar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini