nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Kalibawang Jadi Korban Tewas Tsunami Selat Sunda, Anaknya Belum Ditemukan

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 27 510 1996586 warga-kalibawang-jadi-korban-tewas-tsunami-selat-sunda-anaknya-belum-ditemukan-8Q7lJKgmCq.jpg (Foto: Koran Sindo)

KULONPROGO - Salah seorang warga Dusun Kisik, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Very Riodo Sipayung (38), menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12). Anak korban, Xean Gilbert Pradita (6), hingga Rabu (26/12) Pukul 14.50 WIB belum ditemukan.

Kepala Dusun Kisik, Sigit Haryadi mengungkapkan, Very dan Xean menjadi korban tsunami saat mereka mengikuti gathering perusahaan tempatnya bekerja di Pantai Tanjung Lesung, Padeglang, Banten, Sabtu. Mereka pergi bersama Yeni Dwi Ariyanto (40) dan kedua anaknya, Samuel Gibran Savares dan Mahesa Dwi Pradita.

"Saya ditelefon suami korban (Yeni) kemarin pagi (Senin), mengabarkan dirinya mendapat kecelakaan sewaktu mengadakan gathering dari perusahaan istrinya di Tanjung Lesung," kata Sigit, Rabu (26/12).

Pendataan Kendaraan Milik Korban Tsunami Banten

Lewat sambungan telefon kepada Sigit, Yeni menceritakan dirinya bersama keluarga tersapu ombak besar saat mengikuti gathering di pinggir pantai sekitar Pukul 21.00 WIB. Ombak tersebut menyapu semua orang termasuk dia dan keluarganya. Istrinya, Very dan anak nomer tiga, Xean hanyut. Sedangkan dirinya dan dua anaknya selamat.

(Baca juga: BNPB: Abu Vulkanik Tidak Berbahaya, Justru Menyuburkan Tanah)

Very baru bisa dievakuasi pada Minggu (23/12). Sementara Xean sampai saat ini belum ditemukan. Adapun untuk Yeni, Samuel Gibran Savares dan Mahesa Dwi Pradita selamat dan telah dirawat di RS Tangerang. Jenazah Very telah dimakamkan di pemakaman umum Kisik Banjararum Kalibawang Kulonprogo pada Selasa (25/12). Saat ini pihak keluarga masih menunggu kepastian tim SAR dalam upaya pencarian Xean.

Sebelumnya, warga Dusun Seworan, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Isti Widiasih (73), juga menjadi salah satu korban tewas dalam bencana tsunami yang menerjang Pantai Tanjung Lesung, Padeglang, Banten. Korban sempat dirawat di salah rumah sakit di Banten, namun pada Senin (24/12) pagi dinyatakan meninggal dunia.

"Kami dapat kabar keluarga jadi korban pada Minggu siang. Tapi ibu mertua saya dinyatakan meninggal baru tadi pagi," kata salah seorang menantu korban, Sigit Susetya saat ditemui awak media di rumah duka, Senin siang.

Sigit mengatakan, mertuanya pergi ke Pantai Tanjung Lesung untuk berlibur bersama lima anggota keluarganya. Masing-masing adalah Arif Rokhian (45), Puji Astuti (44), serta tiga orang cucu yakni Hafiz Cahya Romadhon, Muhammad Ardi Darmogo dan Fathatul Khanufa Jikan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini