nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR Buka Pendaftaran Calon Mahasiswa di Politeknik PUPR Tahun Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 27 65 1996556 kementerian-pupr-buka-pendaftaran-calon-mahasiswa-di-politeknik-pupr-tahun-depan-HderdEo0MA.jpeg Politeknik PUPR (Foto: Giri)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengantongi izin prinsip pendirian Politeknik PUPR dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penyerahan izin tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan (Menristekdikti) Muhammad Nasir kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ruang Serbagguna Gedung Utama Kementerian PUPR.

Nantinya, Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Artinya dari pemanfaatan lahan, tenaga pengajar, laboratorium dan peralatan, serta kerjasama lainnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kementerian PUPR akan berjalan bersama dengan Undip.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan adanya politeknik PUPR ini diharapkan bisa menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang memiliki keahlian mendorong pembangunan infrastuktur. Sebab menurutnya, saat ini masih sangat kurang sekali tenaga-tenaga konstruksi handal yang sudah tersertifikasi baik itu yang dimiliki pemerintah maupun swasta.

Baca Juga: Menteri Basuki: Membangun Infrastruktur, Mengelola Harapan Masyarakat yang Tinggi

Seperti diketahui, industri konstruksi masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi setiap kenaikan dana infrastruktur sebesar Rp 1 triliun dibutuhkan 14.000 tenaga konstruksi.

Di samping itu, data BPS tahun 2017, menunjukkan bahwa lulusan SMA mendominasi unskilled labour di Indonesia. Sebanyak 74% tenaga konstruksi merupakan level pekerja tukang atau pembantu tukang.

"Iya nanti bisa (bekerja di perusahaan konstruksi) mereka itu kesulitan cari orang. Jadi saya sampaikan misalnya Unbraw dia mensertifikasi calon insinyur kemudian mensertifikasi diambil sendiri 100 orang dia membiayai sendiri. Jadi mereka sangat membutuhkan ini," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Basuki menambahkan, Politeknik sendiri nantinya akan dibuka pendafatarannya pada tahun ajaran baru 2019. Ditargetkan ada 150 peserta didik baik dari jalur beasiswa ataupun umum ketika pendaftaran pertama dilakukan.

"Harapannya bisa langsung dikirim ke daerah. Penempatannya nanti bisa selain di PU bisa dengan BUMN lain, karena mereka juga kesulitan cari orang," ucapnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Akan Bangun Jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir

Ada tiga bidang study yang nantinya akan dibuka pada penerimaan pertama di tahun 2019 tersebut. Masing-masing bidang study akan menerima berbagai macam jenjang dari mulai D1, D2 dan D3 sehingga diharapkan bisa segera dikirim kelapangan ketika lulus.

"Ini kan tiga bidang study kalau saya pikir 50-50-50 bisa 150. Kapan penerimaannya? Sesuai dengan tahun ajaran baru 2019. Supaya nanti level-level lapangannya bisa diisi dengan iniu nanti ada D1,D2, D3. Jadi enggak harus D3," jelasnya

Sementara itu, Menteri Ristekdikti M Nasir menyambut baik niat baik dari Kementerian PUPR untuk menghasilkan tenaga-tenaga konstruksi baru. Dirinya berharap setelah lulus nanti tenaga-tenaga konstruksi yang dihasilkan dari Politeknik PUPR ini tidak hanya memperoleh ijazah tapi juga sertifikat keahlian sesuai bidangnya masing-masing.

"Ke depan pekerjaan itu yang gigit jari bukan masalah ijazah tapi kompetensi para lulusan itu sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Lolly Martina Martief menjelaskan, ada tiga program studi yang akan diselenggarakan di politeknik itu. Ketiga bidang study tersebut terdiri dari DIII Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, DIII Teknologi Konstruksi Bangunan Air, dan DIII Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.

"Pendidikan Politeknik PU ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan SDM lulusan program pendidikan yang spesifik di bidang ke-PU-an," jelasnya

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini