nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Peneliti Batan Dikukuhkan Jadi Profesor Riset Nuklir Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 16:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 27 65 1996709 2-peneliti-batan-dikukuhkan-jadi-profesor-riset-nuklir-indonesia-VC5WPxMaYH.jpg Pengukuhan 2 Profesor Nuklir Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia kembali menambah daftar profesor riset nuklir tahun ini. Kedua peneliti yang dikukuhkan sebagai profesor adalah Anhar Riza Antariksawan dan Mukh Syaifudin.

Keduanya berasal dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Pengukuhan dua profesor riset Batan ini dilakukan oleh majelis pengukuhan profesor riset.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Trihandoko mengatakan, di tengah banyaknya masyarakat yang masih takut terhadap pemanfaatan nuklir, kedua profesor ini tetap melakukan penelitian tentang teknologi nuklir.

Baca Juga: Unit Reaktor Nuklir Terapung Pertama di Dunia Mulai Dihidupkan

"Jadi, kedua profesor kita ini telah menunjukkan dedikasi dalam hidupnya dalam melakukan penelitian pemanfaatan teknologi nuklir," ujarnya di Gedung Batan, Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Dia menjelaskan, hasil penelitian kedua profesor ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir bukan hal yang menakutkan lagi. Namun dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam kesejahteraan manusia.

"Di mana ini dapat menjadi bukti kepada seluruh stakeholder bahwa teknologi nuklir tidak perlu lagi ditakutkan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Batan Falconi Margono mengatakan, Batan ini sebagai lembaga penelitian terus berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya.

"Kami (Batan), saat ini terus mendorong para pegawainya untuk meningkatkan kompetensinya untuk mencapai tujuan strategis lembaga," jelasnya.

Baca Juga: Sudah Siapkah RI Pakai Listrik dari Tenaga Nuklir?

Dia menuturkan, pengukuhan profesor riset kepada dua peneliti utama Batan kali ini menjadi wujud nyata upaya batan dalam meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

"Batan mengajak seluruh peneliti utama untuk terus berkarya dengan penelitiannya di bidang pengembangan teknologi nuklir," ungkapnya.

Dia menambahkan, bertambahnya profesor di Batan ini, nantinya semakin memantapkan posisi Batan sebagai technical support organization (TSO), technology provider, dan Clearing House Teknologi Nuklir.

"Saya berharap, pemanfaatan teknologi nuklir ke depan semakin dirasakan oleh masyarakat luas melalui karya para peneliti Batan," pungkasnya.

Untuk diketahui, atas pengukuhan 2 profesor baru, maka jumlah di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mencapai 52 profesor riset.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini