nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hacker Misterius Retas Data Hampir 1.000 Pembelot Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 28 18 1997191 hacker-misterius-retas-data-hampir-1-000-pembelot-korea-utara-DRiud64BeQ.jpg Ilustrasi.

SEOUL – Informasi pribadi dari hampir 1.000 warga Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan telah dibocorkan setelah seorang peretas (hacker) tak dikenal yang mendapatkan akses ke database dinas pemukiman kembali. Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Jumat.

Kementerian mengatakan, pekan lalu mereka menemukan bahwa nama, tanggal lahir dan alamat 997 pembelot telah dicuri melalui komputer yang terinfeksi perangkat lunak berbahaya (malware) di sebuah badan bernama Hana Centre, di selatan Kota Gumi.

BACA JUGA: Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun Sejak Kim Jong-un Berkuasa

"Malware ditanam melalui email yang dikirim oleh alamat internal," kata seorang pejabat kementerian yang tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters, merujuk kepada alamat surel Hana Centre.

Hana Centre adalah salag satu dari 25 institut yang dikelola kementerian di seluruh negeri untuk membantu sekira 32.000 pembelot dari Korea Utara untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korea Selatan yang lebih maju, sejahtera dan demokratis, dengan memberikan pekerjaan, dukungan medis dan hukum.

Para pembelot, yang sebagian besar mempertaruhkan hidup mereka untuk lari dari kemiskinan dan penindasan politik di Korea Utara, adalah sumber rasa malu bagi negara itu. Media pemerintah Korea Utara sering menyebut mereka sebagai " manusia sampah" dan menuduh mata-mata Korea Selatan menculik beberapa dari mereka.

Pejabat Kementerian Unifikasi menolak mengatakan bahwa pihak Korea Utara berada di balik insiden ini atau motif apa yang mendorong peretasan tersebut. Dia mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki kasus ini.

BACA JUGA: Ratusan Pembelot Korut di Korsel Dilaporkan Hilang, Kok Bisa?

Peretas Korea Utara sebelumnya pernah dituduh melakukan serangan siber terhadap badan dan bisnis negara Korea Selatan. Korea Utara disebut telah mencuri dokumen rahasia dari kementerian pertahanan Korea Selatan dan pembuat kapal tahun lalu.

Kementerian Unifikasi mengatakan pihaknya telah memberi tahu para pembelot yang terkena dampak dan sejauh ini tidak ada laporan tentang dampak negatif dari peretasan data tersebut.

"Kami menyesal ini telah terjadi dan akan melakukan upaya untuk mencegahnya terulang lagi," kata pejabat kementerian itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini