nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Australia Cabut Kewarganegaraan Perekrut Anggota ISIS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 30 Desember 2018 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 30 18 1997799 australia-cabut-kewarganegaraan-perekrut-anggota-isis-rqwmmKmboE.jpg Neil Prakash di video propaganda ISIS. (BBC Indonesia)

PEMERINTAH Australia mencabut kewarganegaraan Neil Prakash yang diyakini merupakan perekrut ISIS. Prakash merupakan pria kelahiran Melbourne.

Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengatakan Prakash adalah "individu yang sangat berbahaya".

Pejabat di lembaga intelijen mengatakan Prakash adalah perekrut utama ISIS dan kerap merencanakan aksi teror di Australia.

Prakash saat ini berada di Turki untuk menunggu putusan peradilan atas percobaan kegiatan terkait terorisme. Ia ditangkap di Turki pada Oktober 2016.

Juli lalu, pengadilan Turki menolak permintaan ekstradisi Prakash untuk menjalani proses persidangan di negaranya.

Sedangkan di Australia, Prakash menjadi buron karena bertanggung jawab atas kegiatan terkait terorisme, termasuk mendukung dan mempromosikan ISIS.

Dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi, Dutton mengatakan Prakash berperan aktif dalam aktivitas ISIS di Timur Tengah.

Ilustrasi

"Jika diberi kesempatan, Prakash akan membahayakan bahkan membunuh warga Australia. Negara kami menjadi tempat yang lebih aman setelah ia kehilangan kewarganegaraan Australia," kata Dutton.

Dalam persidangan di Turki tahun 2017, Prakash mengakui dia "terkait" dengan plot terorisme di Australia, namun mengatakan "tidak 100% bertanggung jawab".

Dia juga menyebut dia dipaksa membuat video propaganda ISIS dan dia kemudian kabur dari kelompok teroris tersebut setelah melihat "wajah mereka sebenarnya."

(Baca Juga : Sepekan Digempur, Kubu Penting Terakhir ISIS di Suriah Akhirnya Tumbang)

Prakash, 27, meninggalkan Australia menuju Suriah pada 2013 dan mengganti namanya menjadi Abu Khaled al-Cambodi. Dia sempat dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan AS di Mosul, Irak, pada 2015.

Prakash sendiri memiliki dua kewarganegaraan, yakni Australia dan Fiji. Ia mendapatkan kewarganegaraan Fiji dari ayahnya. Sedangkan sang ibu adalah warga negara Kamboja.

Menurut undang-undang kewarganegaraan Australia, penduduk dengan kewarganegaraan ganda dapat kehilangan kewarganegaraan Australia jika mereka bertindak bertentangan dengan aturan negara, termasuk terlibat dalam terorisme.

Prakash adalah warga Australia ke-12 yang dicabut kewarganegaraannya.

(Baca Juga : Bantu Orang Ikut ISIS, Pria Ini Dihukum 12 Tahun Penjara)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini