nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilu Bangladesh Dinilai sebagai Referendum

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 31 18 1997915 pemilu-bangladesh-dinilai-sebagai-referendum-CaJR84HQJA.jpg PM Bangladesh Sheikh Hasina. (Foto: AP Photo)

NEW DELHI — Warga Bangladesh pada Minggu 30 Desember 2018 memadati TPS-TPS untuk memberikan suara dalam pemilu parlemen. Ini dipandang sebagai referendum terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang oleh banyak kritikus dinilai semakin otoriter.

Saingan utama Hasina adalah mantan Perdana Menteri Khaleda Zia, pemimpin oposisi Partai Nasionalis Bangladesh, yang oleh pengadilan dinilai tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri karena sedang menjalani hukuman penjara akibat terlibat korupsi.

Zia dan Hasina, yang sama-sama berupaya menjabat untuk ketiga kalinya, telah naik-turun jabatan itu dan dijatuhi hukuman penjara selama beberapa dekade ini.

Absennya Zia membuat partai-partai oposisi membentuk koalisi yang dipimpin Kamal Hossain, seorang pengacara keluaran Oxford berusia 82 tahun yang juga mantan anggota Partai Liga Awami pimpinan Hasina dulu.

Media-media lokal, termasuk surat kabar berbahasa Bengali 'Prothom Alo', mengatakan sedikitnya 10 orang tewas pada Minggu ini dalam bentrokan antara simpatisan partai-partai yang bertarung dan polisi di enam distrik di seluruh Bangladesh. Polisi belum memberikan pernyataan resmi tentang laporan ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini