nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabar Telur Palsu Hebohkan Warga Sumba, Kuning Telurnya Mencurigakan

Dion Umbu Ana Lodu, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 07:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 31 340 1997953 kabar-telur-palsu-hebohkan-warga-sumba-kuning-telurnya-mencurigakan-Q9g4NyB7px.png Diduga telur palsu beredar di Sumba NTT (Foto: Dion/INews)

SUMBA - Menjelang pergantian tahun, warga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT resah seiring bergulirnya informasi tentang telur ayam palsu.

Alex Behi, salah satu warga yang resah dengan hal ini. Pasalnya, warga Pada Dita, Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, menemukan telur ayam yang diduga merupakan telur ayam rekondisi dan bahkan disebutnya palsu.

“Sudah saya temui sejak jelang Natal lalu, ini bisa saya kasih tunjuk buktinya, telur ayamnya tidak berbau layaknya telur ayam biasanya. Selain itu kuning telurnya menggumpal, dan sulit untuk disatukan dengan putih telurnya,” jelas Alex yang ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Kabar telur ayam palsu tersebut membuat warga resah. Pasalnya, telur jadi komoditi penting untuk keperluan perayaan Tahun Baru. Alex pun mengaku, membeli telur ayam untuk dijual kembali ke warga sekitar.

“Awalnya banyak yang datang beli, lalu kemudian ada yang datang komplain dan meminta telur diganti karena disebutnya rusak. Namun lama-lama tidak lagi ada yang komplain dan juga membeli. Saat saya mau gunakan telurnya untuk makan dan juga buat kue bersama keluarga, barulah saya lihat sendiri kondisi telur yang mencurigakan ini,” urainya.

Lebih jauh karena kekhawatirannya, Alex menginformasikan hal itu kepada keluarga bersarnya agar mewaspadai dan meneliti lebih jauh telur ayam yang hendak dikonsumsi.

“Aparat juga sudah ada yang datang melihat sampel telur ayam ini. Kami berharap segera ditindaklanjuti, agar telur ayam yang jujur saya duga sebagai telur palsu atau rekondisi ini segera jelas duduk persoalannya, dan tidak meresahkan, karena kalau sampai betul, kelewatan juga orang yang menjualnya dan memanfaatkan kebutuhan warga akan telur yang lagi tinggi-tingginya ini,” jelasnya.

Harapan senada juga dikemukakan oleh Jublina Come, salah seorang warga yang juga resah dengan kabar itu. “Bagaimana sudah kelanjutan proses penanganan telur palsu itu? Biar kami warga tidak resah terus. Kasihan kami ibu rumah tangga, dan punya anak yang suka makan telur ayam, jadi was-was,” ungkapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini