nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendikbud: Yogyakarta Bisa Jadi Destinasi Wisata Sejarah Muhammadiyah

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 12:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 31 65 1998098 kemendikbud-yogyakarta-bisa-jadi-destinasi-wisata-sejarah-muhammadiyah-M40ci2VwpI.jpg Yogyakarta (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan, Yogyakarta bisa menjadi destinasi wisata sejarah Muhammadiyah.

Apalagi di beberapa tempat ada situs awal mula berdirinya organisasi Islam tersebut. Di antaranya ada makam pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan di Karangkajeng, Mergangsang, Yogyakarta, dan Nyi Ahmad Dahlan di Kompleks Masjid Gede Kauman. Selain itu, juga ada Gedung Suara Muhammadiyah di Jalan KHA Dahlan Yogyakarta. Termasuk sebentar lagi akan ada Museum Muhammadiyah di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Baca Juga: 2019, Guru Wajib Mengajar 8 Jam Sehari

“Tempat-tempat itu bukan hanya layak untuk dikunjungi dan diziarahi. Terutama bagi siswa-siswa, mahasiswa-mahasiswi Muhammadiyah maupun masyarakat umum, namun juga akan memperkuat pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK),” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam pidato ilmiah Milad Ke-58 UAD Yogyakarta di Amphitarium Lantai 9, Kampus 4 UAD, Yogyakarta, Sabtu (29/12). Muhadjir mengatakan, selain akan menjadi destinasi wisata edukasi dan religi baru di Yogyakarta, terutama yang ingin mengetahui tentang Muhammadiyah, tentunya juga akan berdampak pada perekonomian bagi masyarakat.

Baca Juga: Kemendikbud Godok BOS di Kawasan 3T dan Kinerja

“Untuk itu, saya mengapresiasi UAD sebagai tempat Museum Muhammadiyah ini,” ucapnya. Selain itu, sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan visi menjadi universitas yang diakui secara internasional dan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, UAD juga terus mengembangkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai AIK melalui mata kuliah yang ada di dalam kurikulum maupun kompetensi pelaksanaannya menunjukkan hasil yang baik. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, selain harus menjadi madrasah pemikiran yang mampu membawa kemajuan dan perubahan sosial, PTM juga harus menjadi penghasil generasi berkemajuan yang juga fokus pada kebudayaan.

Peran besar kekuatan Islam di Indonesia yaitu akulturasi bu - daya, integrasi sosial, dan fungsi pencerahan. “Itu adalah modal agar Indonesia menjadi negara yang maju dan Muhammadiyah selalu bergerak untuk mencapai hal itu,” tandasnya. Rektor UAD Kasiyarno mengatakan, selain ingin menjadi perguruan tinggi yang diakui secara internasional dan dijiwai nilai-nilai Islam, UAD juga ingin memperoleh kepercayaan luas dari pemangku kepentingan serta memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan negara. “Untuk itu, UAD terus akan meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM,“ terangnya.

(Priyo Setyawan)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini