nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambut Tahun Baru 2019, Mahfud MD: Beranilah Menjadi Orang Mushlih, Tak Sekadar Shalih

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 18:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 01 337 1998675 sambut-tahun-baru-2019-mahfud-md-beranilah-menjadi-orang-mushlih-tak-sekadar-shalih-ROzXR0y1TA.jpg Mahfud MD

JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Mahfud MD berharap tahun 2019 membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Sejurus dengan itu, ia menyerukan kepada masyarakat agar berani menjadi orang yang menyeru kepada kebaikan (mushlih).

Dikutip dari akun resmi Twitter @mohmahfudmd, ia berdoa agar keadaan bangsa di tahun 2019 menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mahfud meminta pertolongan Allah Ta'ala agar dibimbing ke jalan yang benar.

"Selamat terbit hari pertama matahari di tahun baru, 1 Januari 2019. Kita berdo'a, semoga keadaan bangsa di tahun mendatang menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tahun kemarin. Ya Allah, bimbinglah kami ke jalan yg benar," ucap Mahfud lewat akun Twitter resminya sebagaimana dikutip Okezone, Selasa (1/1/2019).

Ia menyerukan kepada masyarakat agar berani menjadi orang yang menyeru kepada kebaikan (mushlih), bukan hanya sekadar orang baik (shalih). Pasalnya menurut dia, orang shalih diartikan berbuat baik untuk dirinya sendiri. Sedangkan orang mushlih berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain.

(Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2019, Pasukan Garuda XXIII-M Gelar Doa Bersama)

"Seruan tahun baru 2019. Beranilah menjadi orang mushlih (penyeru kebaikan), bkn sekedar orang shalih (orang baik). Apa bedanya? Mnrt Ibnu Qadamah, orang shalih berbuat baik utk dirinya sendiri; orang mushlih berbuat baik utk diri sendiri dan orang lain," ungkap Mahfud.

Orang shalih, lanjut dia, selalu disenangi orang lain. Sedangkan orang mushlih sering dimusuhi orang lain. Ia merujuk pada kisah Nabi Muhammad SAW yang bertransformasi dari orang shalih menjadi orang mushlih.

"Orng shalih selalu disenangi oleh orng2 lain; orng mushlih sering dimusuhi oleh orang2 lain. Sblm jadi Nabi, Muhammad disenangi oleh kaumnya krn shalih (berperilaku baik) tp stlh jadi Nabi, Muhammad dimunuhi oleh kaumnya krn mushlih (menyeru ke kebaikan). Mushlih pastilah shalih," tutur Mahfud.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini