nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Doa-Doa Warga Pesisir Banten yang Tinggal di Pengungsian

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 16:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 01 340 1998628 doa-doa-warga-pesisir-banten-yang-tinggal-di-pengungsian-D3xNhGWL1a.jpg Sejumlah pengungsi Tsunami Banten berharap wisatawan kembali mengunjungi pesisir Banten (Foto: Rasyid/Okezone)

BANTEN - Bencana tsunami yang menerjang pesisir Pantai Anyer, Carita hingga Tanjung Lesung meninggalkan duka yang mendalam di akhir tahun 2018. Memasuki tahun 2019, para korban bencana yang tinggal di pengungsian pun memanjatkan doa dan harapan terbaik agar bisa bangkit kembali.

Salah satu warga Pasanggrahan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sarmeni (41). Ia berharap, bencana tidak kembali terjadi sehingga aktifitas sehari hari berjualan mencari rezeki tidak terganggu. Sebab, pasca tsunami kawasan wisata Pantai Carita hingga hari ini sepi dari pengunjung.

"Moga-moga bencana ini cepet selesai, tidak terjadi lagi di pantai Carita. Moga-moga tamu-tamu mau datang lagi, jangan sampai larut-larut kaya gini kasian kita yang mau cari nafkah," ujar Sarmeni yang sehari-hari berjualan makanan ringan, Selasa (1/1/2019).

Sebagai warga di pesisir pantai, dia masih merasa takut akan adanya tsunami susulan. "Tahun sekarang mau ke pantai masih ada ketakutan, kita kan masih trauma," ucapnya.

(Baca Juga: 8 Jenazah Korban Tsunami Banten Belum Teridentifikasi)

Meski begitu, dia mengaku bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat dari musibah yang sudah menewaskan ratusan jiwa di Banten tersebut. "Alhamdulillah, selamat semua. Sekarang-sekarang ini mau tinggal di pengungsian dulu engga mau turun," terangnya.

Sementara Kusmedi (44) warga Cipacung, Desa Karangsuraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, masih memiliki asa untuk bangkit dari musibah yang sudah dilaluinya. Memasuki tahun 2019, ia menginginkan pariwisata Pantai Anyer hingga Cinangka segera pulih.

"Masyarakat di sini rata-rata wirausaha. Kalau pantai sepi mau ngasih makan keluarga pakai apa? Kita enggak mau terus-terusan mengharapkan bantuan saja," kata Kusmedi.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Hakim di tahun 2019 berharap bencana tidak terjadi lagi di Provinsi Banten membuat masyarakat trauma dan dibawah bayang-bayang ketakutan. “Mari kita jadikan Banten bersatu, Banten yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,“ tegas Wahidin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini