nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Kejahatan di Jateng Sepanjang 2018 Turun hingga 2.008 Kasus

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 09:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 01 512 1998492 angka-kejahatan-di-jateng-sepanjang-2018-turun-hingga-2-008-kasus-8Fje5DhGeX.jpg Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono (foto: Taufik Budi)

SEMARANG – Angka kejahatan di Jawa Tengah menurun hingga 2.008 kasus dalam setahun terakhir dibanding pada tahun lalu. Bila pada 2017 tercatat 11.420 kasus kriminalitas, kini 2018 turun menjadi 9.412 kasus.

“Untuk wilayah Jawa Tengah terjadi penurunan gangguan Kamtibmas khususnya kejahatan dibanding tahun 2017 sebesar 12,7 persen,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, saat konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2018 di Aula Mapolda Jateng, Senin 31 Desember 2018.

(Baca Juga: Anies: Sambut 2019 dengan Kerja Lebih Keras, Prestasi Lebih Baik) 

Selain kejahatan, gangguan kamtibmas lainnya juga mengalami penurunan. Di antaranya pelanggaran hukum pada tahun lalu sebanyak 6.258 kasus, menjadi 6.202 kasus atau turun 0,9 persen. Gangguan terhadap ketenteraman sebanyak 3.895 kasus, menjadi 3.440 kasus atau turun 11,7 persen.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (foto: Taufik Budi/Okezone)	Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (foto: Taufik Budi/Okezone) 

“Kasus-kasus yang masih mendominasi sama seperti tahun lalu adalah kejahatan-kejahatan konvensional, baik itu kasus-kasus pencurian dengan kekerasan atau dengan pemberatan. Selain itu kasus-kasus narkoba dan kasus -asus pencurian kendaraan bermotor,” bebernya.

Kasus-kasus tersebut semuanya berdasarkan laporan polisi yang diadukan masyarakat. Meski demikian, polisi juga tak sedikit telah menyelesaikan sejumlah kasus melalui jalan mediasi. Petugas Bhabinkamtibmas aktif mendamaikan pihak-pihak yang berseteru hingga tak berlanjut ke penyidikan.

“Ada beberapa kasus yang bisa diselesaikan di tingkat desa/kelurahan oleh Bhabinkamtibmas. Namun demikian kalau itu kasus ada LP (laporan polisi) nya kemudian kecil kerugiannya, kita juga bisa mediasi melalui pendekatan dari antara korban dan pelaku. Sama-sama bisa komunikasi itu bisa dilakukan,” terangnya.

(Baca Juga: Undang Pedagang Angkringan, Jokowi Traktir Paspampres saat Pergantian Tahun)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini