nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catatan Sepanjang 2018: Kasus Pelecehan Seksual di Kalangan Pelajar Jambi Meningkat

Abimayu, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 02 340 1999003 catatan-sepanjang-2018-kasus-pelecehan-seksual-di-kalangan-pelajar-jambi-meningkat-MOxULEOsf6.jpg Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Okezone)

MERANGIN - Akibat Pergaulan bebas dan pengaruh narkoba di kalangan pelajar sepanjang 2018 di Jambi layak diperhatikan. Setidaknya ada 406 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tercatat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jambi.

Dari rincian data ini pelecehan seksual di kalangan pelajar meningkat se-Provinsi Jambi. Hal ini membuat Dinas Pendidikan Jambi berupaya meningkatkan sistem perubahan dalam pembelajaran di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA.

(Baca Juga: Deretan Korban UU ITE, dari Artis hingga Guru Honorer) 

Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Shutterstock)Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Shutterstock)

Menurut laporan di tiap kantor P2TP2A Kabupaten/Kota Jambi, kasus pelecehan seksual di usia 0-5 tahun ada sebanyak 24 orang, usia 6-12 tahun 59 orang, usia 13-17 tahun 137 orang, usia 18-24 tahun 56 orang, usia 25-44 tahun 112 orang dan usia 45-59 tahun sebanyak 17 orang.

Dari hasil tersebut, pelecehan seksual kepda usia yang masih menjadi pelajar di tingkat SMA paling dominan. Tercatat korban pelecehan seksual mencapai 139 orang. Selain SMA, diikuti urutan kedua korban pelecehan yakni kalangan siswi SD sebanyak 81 orang, ketiga SMP 70 orang diikuti balita 52 orang, tingkat perguruan tinggi 37 orang dan tidak bersekolah sebanyak 26 orang.

Korban paling terbanyak perempuan mencapai 330 orang dan laki-laki sebanyak 76 orang kasus ini Kota Jambi paling terbanyak mencapai 116 orang. "Kasus paling meningkat itu pelecehan seksual dan psikis," kata seorang petugas di Kantor P2TP2A Jambi.

(Baca Juga: Tergoda Kemolekan Tubuh Perempuan, Pelaku Begal Payudara Diamankan Polisi) 

Terpisah, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi H Abdul Mukti mengaku prihatin dengan banyaknya siswi SMP yang menjadi korban kekerasan seksual.

"Laporan ini akan kita tindak lanjuti ke tiap sekolah SMA Se-Provinsi Jambi," pungkas Abdul.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini