nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Imbau Warganya Tetap Waspada

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 20:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 03 340 1999646 terkait-aktivitas-gunung-anak-krakatau-gubernur-banten-imbau-warganya-tetap-waspada-7zWgNOeVKa.jpg Gubernur Banten Wahidin Hailm

PANDEGLANG - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta masyarakat tetap waspada setelah BMKG merilis ada retakan di Gunung Anak Krakatau (GAK) setelah adanya penyusutan dari 338 meter menjadi 110 meter. Retakan tersebut dikahatirkan akan menyebabkan tsunami bila runtuh.

"Tetap waspada, tidak beraktifitas 500 meter dari pantai sebagaimana imbaun saya sebelumnya," kata Wahidin usai menghadiri Doa bersama di Masjid Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

Terkait masa tanggap darurat yang akan berakhir pada tanggal 9 Januari 2019 mendatang, pihaknya akan memperpanjang hingga tidak ada lagi korban dan proses pencarian berakhir.

(Baca Juga: 7 Jenazah Korban Tsunami Banten Belum Teridentifikasi, Kapolri: Besok Akan Dimakamkan)

"Masa tanggap darurat Kabupaten akan berakhir tanggal 4 Januari, kita akan berakhir tanggal 9 (Januari). Bila masyarakat masih membutuhkan bantuan kita akan memperpanjangnya," ujarnya.

Mantan Wali Kota Tangerang itu pun memastikan bahwa logistik yang cukup untuk masyarakat yang menjadi korban. Sebab, di posko Pemprov Banten masih banyak bantuan yang belum disalurkan.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, kembali erupsi. Erupsi yang terjadi sekira pukul 10.17 WIB tadi menyemburkan abu setinggi 2 kilometer di atas puncak kawah.

“Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 2.000 meter di atas puncak (± 2.110 meter di atas permukaan laut)” demikian rilis dari Badan Geologi PVMBG yang diterima Okezone.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini