nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motif Penikaman Anggota Brimob di Malam Tahun Baru Akhirnya Terungkap

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 19:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 609 1999595 motif-penikaman-anggota-brimob-di-malam-tahun-baru-akhirnya-terungkap-3ZPWgN0pzR.jpg Petugas Polisi gelar jumpa Pers (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Terungkap sudah kasus di balik penikaman yang melukai anggota Brimob Polda Sulsel, Bharatu Ari Putra Utama saat malam pergantian tahun baru di Jalan Rappokalling Utara, Kecamatan Tallo, Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwobowo mengatakan motifnya karena ketersinggungan antara korban Bharatu Ari dan dua pelaku yakni Aring alias Candu (20) dan Irfan alias Ippang (21) yang ditangkap di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan Rabu kemarin (2/1/2019).

Saat itu Bharatu Ari sedang lepas dari tugasnya. Kemudian ia silaturahmi ke rumah temannya yang bernama Surahman di Jalan Rappokalling Utara Makassar.

"Saat itu anggota kita silaturahmi ke rumah temannya. Makan pisang goreng dan duduk-duduk minum Saraba. Tiba-tiba saat itu datang pelaku bunyikan motor dengan keras. Dan ditegur oleh korban tetapi pelaku tidak terima," kata Wahyu kepada Okezone Kamis (3/1/2019).

Baca Juga: 2 Penikam Anggota Brimob di Makassar Ditangkap

Makassar

Karena tersinggung ditegur oleh korban. Salah satu pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi rumah Surahman. Di sana para pelaku melakukan penyerangan menggunakan parang dan tombak.

"Pelaku bersama keluarganya datang dan langsung menyerang korban yang saat itu ada di dalam pekarangan rumah. Korban diserang dengan menggunakan tombak dan parang yang mengakibatkan lukanya kena disiku dan bagian pinggang. Sementara Surahman kena di Punggung," ungkap Wahyu.

Setelah ditangkap, polisi pun melakukan pemeriksaan dan akhirnya menetapkan dua tersangka yakni Candu dan Ippang. Sementara keluarganya yang lain ikut menyerang statusnya masih sebatas saksi.

"Kedua tersangka dipersangkakan ke pasal 170 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Kalau beberapa keluarganya yang lain statusnya masih saksi. Kita masih periksa," pungkas Wahyu.

Sementara Bhratu Ari dan rekannya Surahman saat ini sudah menjalani perawatan dan ditangani dokter RS Bhayangkara Makssar Polda Sulsel.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini