nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rany Fauziah, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 65 1999638 perpustakaan-berbasis-inklusi-sosial-tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat-vWQ31WJNKN.jpg Foto: Perpustakaan Nasional (Okezone)

JAKARTA- Perpustakaan Nasional RI meluncurkan tagline perpusnas melalui pustakawan untuk meningkatkan kegemaran membaca dan kesejahteraan bagi kaum awam maupun masyarakat di pedesaan.

Tagline baru tersebut 'Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dalam Rangka Ikut Serta Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat'

“Pustakawan berkarya untuk masyarakat dan ada banyak sekali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbasis inklusi sosial,” ujar Ketua Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Kamis, (3/1/2019).

 Baca Juga: Jangkau Penjuru Dunia, Perpustakaan Nasional Luncurkan Khastara

Melalui ikrar bersama tersebut, seluruh pustakawan diminta peran aktifnya dalam meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, meningkatkan keterampilan masyarakat turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keterampilan masyarakat diperoleh dari kegemaran membaca. Kebutuhan membaca masyarakat disesuaikan dengan local content. Dari keaktifan membaca akan memunculkan keterampilan. Di tambah lagi dengan workshop-workshop yang digelar berkelanjutan. Sehingga dari hasil keterampilan yang menghasilkan dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambah Pustakawan Utama Perpusnas Adriati.

Tagline Perpusnas ini dimaknai sebagai upaya mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan menjadi bagian dalam mensejahterakan masyarakat. Ini sejalan dengan ikhtiar pemerintah memasukkan perpustakaan sebagai program prioritas nasional satu sebagai upaya mensejahterakan masyarakat melalui layanannya yang berbasis inklusi sosial.

 Baca Juga: Buka Tiap Hari, Perpusnas RI Jadi Lokasi Favorit Mahasiswa

Untuk membangun layanan yang berbasis inklusi sosial tersebut, maka pustakawan harus memiliki atau meguasai informasi dan teknologi untuk membantu orang dipedasaan yang kurang gemar dalam membaca buku.

"Orang per orang harus punya power, kedepan kita akan kerjakan seperti itu, sehingga agar tidak kehilangan informasi dan yang paling penting kita harus mengetahui inklusi sosial, bahwa selama ini perpustakaan merupakan hal penting bagi orang pedesaan. Berbasis inklusi sosial bagaimana mendampingi orang-orang secara ekonomi, sosial, edukasi, untuk mencapainya sampai ke pendidikan yang lebih tinggi,” kata Syarif.

“Untuk ke depannya, pustakawan harus bisa mengembangkan hal ini,” tegas Syarif.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini