nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangandaran Daerah Rawan Bencana, Tsunami Jadi Ancaman Paling Berbahaya

Syamsul Maarif, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 04 525 1999911 pangandaran-daerah-rawan-bencana-tsunami-jadi-ancaman-paling-berbahaya-FBbjgJYKBb.jpeg Ilustrasi tsunami (Foto: Ist)

PANGANDARAN - Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mencatat 110 kejadian bencana alam selama 2018. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, Pangandaran merupakan daerah urutan ke 16 rawan bencana dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Namun, untuk se-Jabar ada di urutan ke-5.

loading...

"Jika se-Provinsi Jawa Barat, Pangandaran menempati urutan ke-5 daerah rawan bencana dari 27 Kabupaten/Kota di Jabar," kata Nana.

(Baca Juga: Deretan Bencana Alam Mematikan yang Melanda Indonesia Sepanjang 2018)

Nana menambahkan, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Pangandaran di antaranya banjir, tanah longsor, angin kencang dan tsunami. Namun, dari deretan bencana yang mengancam itu, yang paling berbahaya adalah tsunami.

"Ancaman paling berbahaya dari bencana alam selain banjir, tanah longsor, angin kencang dan kebakaran di Kabupaten Pangandaran adalah bencana tsunami," kata Nana.

Pangandaran daerah rawan bencana

Alasan bencana tsunami menjadi ancaman berbahaya di Kabupaten Pangandaran lantaran hanya memiliki 2 unit EWS. "Panjang pantai di Pangandaran 91 kilometer, sedangkan EWS hanya ada 2 unit," tambahnya.

Untuk bencana banjir biasanya terjadi di Kecamatan Parigi, Kecamatan Cijulang, Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Padaherang.

"Bencana tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Langkaplancar, Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Pangandaran," papar Nana.

(Baca Juga: BNPB: 2.500 Bencana Alam Akan Melanda Indonesia pada 2019)

Pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan siaga dari ancaman bencana sesuai dengan karakteristik daerahnya.

Nana menjelaskan, 110 kejadian bencana yang terdata selama 2018 di antaranya banjir sebanyak 2 kali, angin kencang sebanyak 48 kali, tanah longsor sebanyak 10 kali dan kebakaran sebanyak 50 kali.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini