nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pembunuhan Nita Jong: Jasad di Kebun Karet hingga Cekikan sang Suami

Athallah Muti, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 04 525 1999935 fakta-pembunuhan-nita-jong-jasad-di-kebun-karet-hingga-cekikan-sang-suami-DQ9qdqmTYa.jpg Ilustrasi penemuan mayat di kebun. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kasus ditemukannya jasad wanita yang telah membusuk dan tertutup selimut di Kebun Karet PTPN Blok Jalupang VIII di Kampung Cikuda, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu 2 Januari 2018, kini telah terungkap. Wanita itu diketahui bernama Nita Jong alias Li Cen (56), warga ‎Citra Garden, Kali Deres, Jakarta Barat.

Sementara pembunuhnya terungkap yakni Tomy Saputra Ong (59), sang suaminya sendiri. Ia diamankan polisi setelah tega membunuh istrinya tersebut dan membuang jasadnya ke kebun karet di Subang.

Berikut ini sederet fakta kasus pembunuhan Nita Jong yang jasadnya dibuang ke kebun karet di Subang, sebagaimana Okezone rangkum, Jumat (4/1/2019).

1. Jasad ditemukan warga

Jasad Nita Jong pertama kali ditemukan warga pada Rabu 2 Januari 2019. Saksi yang tengah melintasi perkebunan karet PTPN Blok Jalupang VIII, Subang, mencium bau busuk sangat menyengat.

Warga bernama Parman tersebut kemudian mengecek asal bau busuk itu. Ternyata didapati sesosok mayat yang ditutupi kain selimut dan sudah dikerumuni lalat.

Kapolres Subang AKBP M Joni menduga ini merupakan kasus pembunuhan. Pemeriksaan lebih lanjut, jasad Nita Jong dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Ilustrasi penemuan mayat. (Foto: Shutterstock)

2. Jasad ditutupi selimut

Saat ditemukan oleh Parman, jasad Nita Jong sudah membusuk dan diselimuti kain merah-coklat. Di tubuh korban juga terdapat luka, tepatnya di bagian leher.

Joni mengungkapkan, luka di leher itu diduga bekas jeratan tali. Polisi langsung melakukan penyelidikan. Polres Subang juga telah menerjunkan tim untuk mengungkap serta menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

3. Pelaku suaminya sendiri

Sehari berselang, tepatnya pada Kamis 3 Janjuari 2019, di Kilometer 62 Jalan Tol Cipularang, polisi menangkap pelaku pembunuhan Nita Jong.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaku adalah Tomy Saputra Ong (59) yang merupakan suami korban sekaligus terduga pelaku yang tega menghabisi Nita Jong lalu membuang jasadnya ke kebun karet di Subang.

4. Pelaku mencekik korban hingga tewas

Kapolres Subang AKBP M Joni menjelaskan, kronologi kejadian pembunuhan Nita Jong berawal sekira pukul 16.00 WIB, saat malam akhir tahun. Pelaku menyerang dengan cara mencekik hingga korban meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban dimasukkan ke mobil pelaku, lalu dibawa hingga Surabaya, Jawa Timur.

Dari Surabaya, jasad korban lanjut dibawa ke Bandung. Dari Bandung ke Indramayu. Dari Indramayu ke Subang. Keluar pintu Tol Kalijati menuju arah Cipendeuy dan tepat di Perkebunan Karet PTPN VIII ‎Subang, pelaku langsung membuang dan menyelimuti jasad korban dengan kain.

Dari situ polisi melakukan penyelidikan. Polisi bahkan sempat mendatangi pihak keluarga dan diketahui korban menghilang sejak malam akhir tahun bersama suaminya.

Ilustrasi penemuan mayat. (Foto: Shutterstock)

5. Perselisihan jadi motif pembunuhan

Berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku, diketahui motif pembunuhan Nita Jong dikarenakan kerap terjadi perselisihan sehingga memicu aksi tersebut.

Joni mengungkapkan, sebelum pelaku menghabisi korban, keduanya terlibat cekcok di kediamannya di Citra Garden, Kali Deres, Jakarta Barat, pada Senin 31 Desember 2018. Sebelum diketahui tewas, korban dinyatakan hilang bersama pelaku sejak malam akhir tahun.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi yakni satu mobil yang digunakan pelaku, satu ponsel, dan dua selimut yang dipakai untuk menutupi jasad korban.

Saat ini pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada pelaku, polisi menerapkan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini