nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tuan Rumah Rakernas Kemenristekdikti, Undip Tak Sediakan Plastik dan Kertas

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 04 65 1999970 tuan-rumah-rakernas-kemenristekdikti-undip-tak-sediakan-plastik-dan-kertas-UaZ8ssLI3t.jpg Foto: (Dok BKKP)

SEMARANG – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019. Sekira 350 peserta dari internal maupun eksternal Kemenristekdikti berkumpul di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, pada 3-4 Januari 2019.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengaku bangga dan menyambut baik penyelenggaraan Rakernas 2019 dengan Undip sebagai tuan rumah. Dia berharap agar Rakernas 2019 dapat menghasilkan kebijakan strategis di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

 Baca Juga: Polemik Kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Sebagai kampus yang mengedepankan pemanfaatan teknologi dan ramah lingkungan, pihaknya telah melakukan serangkaian persiapan. Yos mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan Rakernas 2019 telah diimplementasikan berbagai inovasi.

“Dalam pelaksanaan Rakernas 2019 kita memakai konsep ramah lingkungan di antaranya paperless dan plasticless. Semua materi rakernas tersedia dalam format digital, tidak dicetak,” tutur pria yang akrab disapa Prof Yos tersebut, Jumat (4/1/2019).

 

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan dunia. Terlebih menghadapi era disrupsi yang berdampak pada bidang riset dan teknologi perlu persiapan diri secara matang.

“Kita harus melakukan self disruption. Kita harus melakukan transformasi dengan mendisrupsi diri sendiri,” ujarnya.

 Baca Juga: Sederet Alasan Kantong Plastik Bakal Kena Cukai

Nasir menjelaskan bahwa pemerintah menginginkan agar riset, teknologi dan pendidikan tinggi menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan bermutu. Untuk itu, perlu dibuat ekosistem riset, teknologi, dan pendidikan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar, yaitu masyarakat dan industri.

Dia menambahkan, dalam menghadapi disruptive innovation dalam bidang industri dan pendidikan tinggi, Kemenristekdikti akan mengurangi atau memangkas regulasi bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang menghambat mereka menyesuaikan diri dengan disruptive innovation.

Ketua Umum Rakernas 2019, Ainun Na’im, menambahkan, Rakernas kali ini merupakan penyelenggaraan yang kelima sejak lahirnya Kemenristekdikti pada 2014. Ainun menjelaskan, tema Rakernas "Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu" sesuai dengan tantangan yang dihadapi di era Revolusi Industri 4.0.

 

Dalam Rakernas 2019 juga akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran pada tahun 2018, serta outlook program dan anggaran tahun 2019. Selain itu akan disusun rekomendasi langkah-langkah strategis Kemenristekdikti dalam menghadapi tantangan terkait pengembangan riset, teknologi, dan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, dan bermutu serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Rakernas 2019 juga akan menjadi wadah pembahasan isu-isu strategis seperti program studi inovatif, pengembangan distance learning (open university), pengembangan teaching factory atau teaching industry pada perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia Indonesia pada Revolusi Industri 4.0, pendidikan tinggi vokasi, penguatan institusi riset dan inovasi di Indonesia, perusahaan pemula (startup), serta isu strategis lainnya.

Ajang ini juga dimeriahkan oleh pameran produk hasil riset maupun inovasi perguruan tinggi dan LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti. Menristekdikti, Kepala LPNK dan jajaran Eselon I dan II Kemenristekdikti berkesempatan mengunjungi ‘stand’ pameran usai pembukaan Rakernas 2019.

Beberapa benda pamer yang hadir di pameran ini antara lain BPPT Lock (Unit Pelindung Beton di Pesisir Pantai), Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (BPPT), Sepatu Pengaman Sepatu Boot ber-SNI (BSN), Sensor Tanah Longsor (LIPI), D'Ozone (Filter Udara) dari Undip, Dompet Tuna Netra, Chemcar (Alat Penghemat Bahan Bakar), Inkubator UNNES, Varietas Padi Unggul (UNSOED); Alat Rehabilitasi Medis Pasien Post Stroke, Produk Implan Bone Filler, Baterai Lithium dari UNS; Laser Gesek (Friction Welding), CNC untuk Industri Kreatif dari POLINES, Program SBMPTN & SNMPTN (LTMPT), Program Bela Negara (Kemenhan), Pendidikan Anti Korupsi dan program unit utama lainnya di lingkungan Kemenristekdikti.

Pada Rakernas 2019 ini juga akan dilakukan Peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Jumat, 4 Januari 2019, pemberian Penghargaan Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) 2018, dan penghargaan Peringkat LAPOR pada PTN dan LLDikti.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini