nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia dan Iran Siap Gelar Latihan Militer Gabungan di Laut Kaspia

Indi Safitri , Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 07 18 2001021 rusia-dan-iran-siap-gelar-latihan-militer-gabungan-di-laut-kaspia-bUJEcUpON6.jpg Foto: Reuters.

LAUT Kaspia akan menjadi tuan rumah saat latihan bersama Angkatan Laut Iran dan Rusia, yang belum lama ini direncanakan, demikian disampaikan oleh seorang Komandan Angkatan Laut Iran pada Minggu, 6 Januari 2019.

“Kami telah menjalin hubungan yang sangat baik dan awet dengan negara-negara di kawasan Laut Kaspia,” Laksamana Muda, Hossein Khanzadi mengatakan kepada Kantor Berita Mehr, sebagaimana dilansir RT, Senin (7/1/2019).Ia juga mengatakan bahwa latihan perang akan digelar dalam waktu dekat.

Latihan oleh kedua angkatan laut dari kedua negara tersebut sudah pernah diadakan sebelumnya pada 2015 dan 2017.

Komandan Iran menambahkan bahwa skenario “taktis, penyelamatan, dan anti-pembajakan” akan tampil sebagai bagian dari latihan, dan mencatat bahwa kerja sama antara kedua angkatan laut telah diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Dia mengakhiri dengan memuji kerja sama Laut Kaspia yang lebih luas sebagai model untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan persahabatan”, tidak lupa dengan mencatat bahwa semua negara yang berbatasan dengan wilayah ini akan mengikuti pendekatan yang sama.

Laut Kaspia yang berbatasan dengan Rusia, Iran, Kazakhstan, Azerbaijan dan Turkmenistan adalah perairan kaya akan cadangan minyak dan gas lepas pantai yang bernilai triliunan dolar. Pipa-pipa yang mengarah dari laut menghubungkan Asia Tengah dan wilayah Kaukasus dengan Mediterania.

Pada Agustus, kelima negara tersebut menandatangani perjanjian bersejarah tentang perdagangan, keamanan, dan lingkungan setelah 20 tahun menghadapi pertikaian diplomatik. Perjanjian itu juga termasuk perjanjian kerja sama militer serta kesepakatan bahwa tidak ada negara dari luar yang bisa mengerahkan pasukan atau mendirikan pangkalan militer di tepi laut.

Kesepakatan keamanan itu merupakan pukulan bagi kepentingan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan NATO, yang kini merasa terkunci dari keberadaan militer di kawasan itu. Mereka sebelumnya telah menetapkan pandangan mereka dalam memperbesar blok pertahanan untuk memasukkan tetangga Azerbaijan, Georgia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini