nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ITB Tawarkan Aplikasi Prediksi Badai Pasir ke Arab Saudi

Mulyani, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 08 65 2001564 itb-tawarkan-aplikasi-prediksi-badai-pasir-ke-arab-saudi-CRD4hKenKr.jpeg Foto: Dok. ITB

JAKARTA Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan aplikasi canggih untuk memprediksi potensi badai pasir kepada masyarakat dan pemerintah Saudi Arabia. Dengan aplikasi tersebut, ITB menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Saudi Arabia.

Aplikasi canggih berupa sistem informasi online dengan nama Hidro-meteorological Hazard Early Warning System (H-HEWS) tersebut memberikan informasi prediksi secara tepat potensi kejadian badai pasir, gelombang panas, hujan lebat dan angin kencang khusus di Wilayah Saudi Arabia. Seperti diketahui, kejadian bencana meteorologi tersebut telah sering mengganggu dan menimbulkan kerugian besar dan menggangu aktifitas pembangunan di wilayah Saudi Arabia.

Baca Juga: Dorong Potensi Desa, Tim ITB Buat Pemetaan Udara

Ketua Tim Peneliti ITB Dr. Armi Susandi hadir langsung di Riyadh menjelaskan tentang fitur-fitur prediksi potensi bencana cuaca tersebut. Fitur utama H-HEWS adalah fitur prediksi cuaca, yakni temperatur, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembaban dan tekanan udara, serta fitur warning bencana untuk potensi bencana badai pasir, angin kencang, gelombang panas dan hujan lebat.

Armi mengatakan, sistem online serta warning aplikasi tersebut berjalan secara otomatis dan dijalankan 24 jam oleh server komputer dari Indonesia.

Menurut Armi, sistem informasi tersebut dirancang untuk mampu memprediksi lokasi dan waktu kejadian badai pasir yang akan terjadi hingga 3 hari ke depan secara tepat, termasuk 3 potensi bencana lainnya.

“Kami berharap di masa mendatang informasi prediksi kebencanaan tersebut akan bisa mengurangi potensi bencana dan kerugian di wilayah Saudi Arabia, termasuk mengurangi korban ummat islam yang melakukan rangkaian ibadah umroh baik di Mekah maupun di Medinah, karena sistem informasi online tersebut di rancang sangat user friendly dan mudah di pahami oleh orang awam sekalipun,” ungkap Armi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga: Lakukan Survei, Peneliti Dari ITB Temui Fakta Baru soal Gempa Palu

ITB membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah Saudi Arabia melalui Otoritas Umum Untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan guna membangun sistem cerdas tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah Saudi Arabia. Kerjasama dengan otoritas setempat akan membuka peluang bagi Indonesia melalui Tim Peneliti ITB dibawah LPIK atau LPPM ITB untuk lebih mengembangkan aplikasi canggih tersebut untuk berbagai keperluan mitigasi bencana di wilayah Saudi Arabia, jelas Armi.

“Di masa mendatang, kita bisa kembangkan prediksi hingga 10 hari ke depan dengan resolusi tinggi 1 km sehingga upaya mitigasi bisa lebih awal dan lebih tepat,” ujar Armi.

Informasi cuaca yang sudah memiliki 2 bahasa yakni Bahasa Inggris dan Arab ini, akan dibuatkan versi Android dan iOS nya, sebagaimana dijelaskan Armi ke beberapa pengunjung festival.

Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel memberikan apresiasi khusus untuk produk teknologi ITB tersebut, disampaikan langsung Dubes kepada Dr. Armi dari ITB dalam percakapan santai di Marriott Hotel, Kota Riyadh.

“Festival yang sangat ramai di kunjungi oleh warga Saudi Arabia dan Timur Tengah ini memberikan persepsi kuat bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan teknologi kelas dunia di samping kekayaan seni dan budaya,” jelas Dubes Saudi Arabia.

Dubes pun berharap akan ada tindak lanjut dan kerjasama yang lahir dari keikutsertaan Indonesia dalam festival tahunan bergengsi ini. Dubes percaya ITB mempunyai kapasitas kelas dunia untuk membantu negara Saudi Arabia, khususnya dan negara Timur Tengah lainnya dalam bidang kebencanaan.

Pengembangan teknologi H-HEWS bukanlah sistem yang pertama di buat oleh Armi, beberapa waktu lalu Armi telah lama mengembangkan sistem informasi prediksi kebencanaan hidrometeorologi resolusi dan ketepatan tinggi untuk dipakai operasional BNPB di seluruh wilayah Indonesia, dalam memprediksi potensi banjir, longsor dan cuaca ekstrim lainnya dan selanjutnya melakukan upaya mitigasinya.

Di samping MHEWS (Multi Hazard Early Warning System) khususnya untuk bencana Hidro-meteorologi yang dikembangkan oleh Tim ITB untuk BNPB, Armi juga bersama Tim ITB telah mengembangkan sistem informasi Flood Early Warning and Early Action (FEWEAS) untuk mitigasi banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Citarum, berbasis web, Android dan iOS. FEWEAS di dukung penuh oleh Federasi Palang Merah dan Bulat Sabit Internasional (IFRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Selanjutnya menurut Armi, sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA) untuk menentukan pola tanam secara tepat juga menjadi bagian dari produk unggulan ITB.

Festival Janadriyah merupakan festival seni dan budaya tahunan yang berlangsung hingga 9 Januari 2019. Festival tersebut di tahun ini telah menghadirkan Indonesia sebagai satu-satunya Tamu Kehormatan atau Guest of Honour pada ajang bergensi tahunan di Timur Tengah tersebut. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani diundang hadir dan berpidato di pembukaan Festival Janadriyah ke 33 di Kota Riyadh, Saudi Arabia dalam acara pembukaan 20 Desember 2018 lalu, yang dihadiri juga oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan menteri-menteri Saudi Arabia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini