nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernah Viral, Bocah Es Ini Buat 'Keajaiban' di Sekolahnya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 08:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 18 2001846 pernah-viral-bocah-es-ini-buat-keajaiban-di-sekolahnya-eJQjMEeadK.jpg Bocah Es (BBC)

CHINA - Foto seorang bocah yang datang ke sekolah dengan rambut membeku dan tangannya membengkak menjadi pembicaraan di China tahun lalu, ketika sang guru mengunggah fotonya.

Kini warganet di China penasaran, apakah keadaan bocah itu lebih baik? Kisahnya menumbuhkan harapan tentang pengentasan kemiskinan di Cina.

Dijuluki sebagai 'Bocah Es' oleh pengguna sosial media di China, Wang yang saat berusia delapan tahun harus berjalan sejauh 4,5km menerjang hujan es menuju sekolahnya di Provinsi Yunnan, barat daya China.

 Baca juga: Uniknya Kontes Kecantikan Unta di Arab Saudi

https://ichef.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/9975/production/_99558293_unblobbed.png

Kegigihannya dalam menghadapi kondisi sulit, dan prestasinya di sekolah mengundang simpati dari di jagat maya. Banyak perubahan terjadi setelah satu tahun berlalu, Wang tidak lagi berjalan kaki sejauh ke sekolahnya, menurut media People's Daily.

Dia dan keluarganya telah pindah ke lokasi yang lebih dekat dari sekolahnya.

Rumahnya kini berlantai dua, dan waktu tempuh ke sekolahnya tidak lebih dari 10 menit, dengan berjalan kaki di jalan beraspal.

"Hidup kami jauh lebih baik" kata sang ayah, Wang Gangkui.

 Baca juga: Lakukan Eksperimen Gila, Remaja Prancis Suntikkan DNA Kitab Suci ke Tubuhnya

"Jika dibandingkan dengan rumah kami yang dulu, berdinding tanah, dan jalanan berlumpur, kini kami punya tempat yang lebih baik untuk berlindung dari angin dan hujan," tambahnya.


Benih-benih mimpi dari si Bocah Es

Tidak hanya nasib Wang yang berubah, sekolahnya juga berkembang. Keadaan Wang setahun lalu mendorong para investor untuk berinvestasi.

Pemanas ruangan dilaporkan sudah dipasang di tiap kelas, sementara asrama bagi murid yang rumahnya jauh juga sudah dibangun.

 https://ichef.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/9E8C/production/_105088504_gettyimages-908653428.jpg

"Dia (Wang) adalah murid unggulan, dan dapat berbaur dengan teman-teman sekelasnya," kata wakil kepala sekolah, Fu Heng.

 Baca juga: Kota Utqiagvik di Alaska Tidak Akan Melihat Matahari Sampai 23 Januari

"Semua perhatian ini membuat para siswa merasakan keajaiban dunia dan ide-ide mereka telah berubah banyak. Benih-benih mimpi itu datang bahwa suatu hari mereka akan dapat berjalan jauh dari gunung, dan mereka penuh harapan untuk masa depan," Tutup Fu Heng.

Namun, mimpi Wang tetap sama. Seperti pada 2018, ia berharap bisa menjadi seorang perwira polisi, sehingga ia dapat menangkap orang-orang jahat.

Lebih dari 3.000 pengguna Weibo, layanan micro-blogging di China yang mirip Twitter, telah menggunakan tagar #IceBoyAYearOn untuk membahas kisah Wang. Banyak yang melihat laporan ini sebagai akhir yang bahagia.

"Kekuatan internet benar-benar tidak boleh diremehkan," kata seseorang, ia menilai bagaimana reaksi warganet dapat merubah kehidupan orang lain, seperti yang dialami oleh si Wang si Bocah Es. .

"Perubahan pada Wang ... dan keluarganya memuaskan," tulis pengguna media sosial lain, Chen Li, di Weibo.

"Inilah manfaat dari opini publik, dan upaya bersama dari pemerintah lokal serta orang-orang yang tak terhitung jumlahnya."

"Tata kelola sistem pemerintahan yang baik akan 'mencairkan' lebih banyak 'anak es' dan membawa lebih banyak kekuatan bagi anak-anak miskin," kata yang lain.

Dalam pidato tahun barunya, Presiden Xi Jinping mengatakan pengentasan kemiskinan pedesaan telah menjadi fokus tahun lalu.

"125 kabupaten miskin dan 10 juta penduduk pedesaan yang miskin dilepaskan dari kemiskinan," kata Presiden Jinping.

Pidato itu berlanjut "Untuk mencapai tugas kita mengangkat 10 juta lebih penduduk pedesaan dari kemiskinan sesuai rencana, kita akan tetap fokus dan bekerja keras dalam hal ini."

Namun, beberapa pengguna media sosial menekankan masih banyak yang harus dilakukan dalam meminta pertanggungjawaban pejabat pemerintah jika situasi serupa terjadi di daerah yang menjadi tanggung jawab mereka.

"Jika Anda menangkap pejabat yang korup, Anda juga membantu orang miskin," kata seorang pengguna.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini