nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ITB Tawarkan Aplikasi Canggih Pendeteksi Badai Pasir ke Arab Saudi

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 65 2001943 itb-tawarkan-aplikasi-canggih-pendeteksi-badai-pasir-ke-arab-saudi-JoWnSKFQKP.jpeg Foto: Dok. ITB

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan aplikasi canggih untuk memprediksi potensi badai pasir kepada masyarakat dan pemerintah Arab Saudi. ITB merupakah satu di antara delegasi Indonesia dalam Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi.

Ketua Tim Peneliti ITB Armi Susandi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, aplikasi canggih berupa sistem informasi online dengan nama Hidrometeorological Hazard Early Warning System (H-HEWS) ini memberikan informasi prediksi secara tepat potensi kejadian badai pasir, gelombang panas, hujan lebat, dan angin kencang khusus di wilayah Arab Saudi.

loading...

“Kejadian bencana meteorologi tersebut telah sering mengganggu dan menimbulkan kerugian besar dan mengganggu aktivitas pembangunan di wilayah Arab Saudi,” ujarnya.

Armi menjelaskan, fitur utama H-HEWS adalah fitur prediksi cuaca (temperatur, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembaban, dan tekanan udara) serta fitur warning bencana untuk potensi bencana badai pasir, angin kencang, gelombang panas, dan hujan lebat.

Baca Juga: Ada Kampus ITB di Cirebon, Dibangun dari Biaya Hibah

“Sistem online serta warning tersebut berjalan secara otomatis dan dijalankan 24 jam oleh server komputer dari Indonesia,” papar Armi.

Menurut dia, sistem informasi tersebut dirancang untuk mampu secara tepat memprediksi lokasi dan waktu kejadian badai pasir yang akan terjadi hingga tiga hari ke depan, termasuk tiga potensi bencana lain.

Di masa mendatang, informasi prediksi kebencanaan tersebut diprediksi akan bisa mengurangi potensi bencana dan kerugian di wilayah Arab Saudi.

“Umat yang melakukan ibadah umrah bisa memanfaatkannya. Sistem informasi online ini dirancang sangat user friendly dan mudah dipahami oleh orang awam sekalipun,” imbuhnya.

Armi menambahkan, ITB membuka peluang kerja sama melalui Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan guna membangun sistem cerdas tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Arab Saudi.

itb

Kerja sama ini akan membuka peluang bagi Indonesia melalui Tim Peneliti ITB di bawah LPIK atau LPPM ITB untuk lebih mengembangkan aplikasi canggih tersebut untuk berbagai keperluan mitigasi bencana di wilayah Arab Saudi.

“Di masa mendatang kita bisa kembangkan prediksi hingga 10 hari ke depan dengan resolusi tinggi 1 km sehingga upaya mitigasi bisa lebih awal dan lebih tepat,” papar Armi saat menjelaskan kepada pengunjung di Pavilliun Indonesia.

Aplikasi informasi cuaca yang sudah memiliki dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan Arab, tersebut juga akan dibuatkan versi Android dan iOSnya. Pengembangan teknologi H-HEWS bukanlah sistem yang pertama dibuat Armi bersama dosen dan peneliti senior dari Program Studi Meteorologi ITB.

“Kami telah lama mengembangkan sistem informasi prediksi kebencanaan hidrometeorologi resolusi dan ketepatan tinggi untuk dipakai operasional BNPB di seluruh wilayah Indonesia dalam memprediksi potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lainnya dan selanjutnya melakukan upaya mitigasinya,” jelas Armi.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Anak Muda Harus Paham Internet

Di samping Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) khususnya untuk bencana Hidrometeorologi yang dikembangkan oleh Tim ITB untuk BNPB, dirinya bersama Tim ITB juga telah mengembangkan sistem informasi Flood Early Warning and Early Action (FEWEAS) untuk mitigasi banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Citarum, berbasis web , Android, dan iOS.

“FEWEAS didukung penuh oleh Federasi Palang Merah dan Bulat Sabit Internasional (IFRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA) untuk menentukan pola tanam secara tepat juga menjadi bagian dari produk unggulan ITB,” tambah Armi.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memberikan apresiasi khusus untuk produk teknologi ITB tersebut. “Festival yang sangat ramai dikunjungi oleh warga Arab Saudi dan Timur Tengah ini memberikan persepsi kuat bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan teknologi kelas dunia di samping kekayaan seni dan budaya,” jelasnya.

Dubes berharap akan ada tindak lanjut dan kerja sama yang lahir dari keikutsertaan Indonesia dalam festival tahunan bergengsi ini. Dubes percaya ITB mempunyai kapasitas kelas dunia untuk membantu negara Arab Saudi khususnya dan negara Timur Tengah lainnya dalam bidang kebencanaan.

(Sucipto)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini