nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Pria yang Kirim Paket Mencurigakan ke Belasan Perwakilan Asing di Australia

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002518 polisi-tangkap-pria-yang-kirim-paket-mencurigakan-ke-belasan-perwakilan-asing-di-australia-TyAPujzXbV.jpg Petugas pemadam kebakaran di depan Konsulat Prancis dan India di Melbourne, Australia, 9 Januari 2019. (Foto: Reuters). (Foto: ABC News)

SYDNEY - Polisi Australia telah menangkap seorang pria berusia 48 tahun yang diduga telah mengirimkan 38 paket mencurigakan ke belasan kantor konsulat dan kedutaan besar asing di Melbourne, Sydney dan Canberra.

Diwartakan ABC News, Kamis (10/1/2019), polisi Victoria dan Polisi Federal Australia (AFP) menangkap seorang pria berusia 48 tahun bernama Savas Avan di kediamannya di Shepparton, Victoria Utara pada Rabu malam. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Melbourne pagi ini, pria didakwa atas tuduhan mengirim paket berbahaya melalui layanan pos. Dia dituntut dengan hukuman maksimum 10 tahun penjara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, belasan kantor konsulat dan kedutaan besar asing di Australia mendapat kiriman paket mencurigakan pada Rabu, 9 Januari.

Layanan darurat setempat dikirimkan ke sejumlah kantor perwakilan asing yang menerima paket tersebut. Beberapa bukti video dan foto menunjukkan para petugas mendatangi konsulat Amerika Serikat (AS), Yunani, Prancis, Italia, India, Selandia Baru, Pakistan, Spanyol, Korea Selatan, dan Swiss di Melbourne.

AFP mengatakan bahwa polisi sejauh ini telah menyita 29 dari yang diduga berjumlah 38 paket, dan nantinya akan melakukan uji forensik untuk mengetahui komposisi dari materi yang ada di dalamnya.

Media Australia melaporkan bahwa paket-paket tersebut tampaknya merupakan kantong-kantong plastik yang berisi beton dan asbes. Salah satu kantong dikatakan memiliki tulisan “asbes” pada bagian luar.

Beberapa konsulat yang dilaporkan menerima paket mencurigakan tersebut ialah konsulat AS, Yunani, Prancis, Italia, Spanyol, Selandia Baru, Korea Selatan, Thailand, India, Jepang, Pakistan, Mesir, Denmark, dan Swiss.

Insiden itu terjadi setelah tiga kantor konsulat asing yang bertempat di Canberra dan Sydney menerima paket mencurigakan awal pekan ini.

Hal tersebut membuat Departemen Luar Negeri Australia mengirim email sebagai peringatan ke semua konsulat di seluruh Australia.

"Catatan itu menyarankan misi diplomatik untuk menangani surat-surat itu sesuai dengan protokol dan instruksi pemerintah mereka sendiri," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Australia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini