nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biang Kerok Kerusuhan di Rutan Solo Dipindahkan

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 20:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 512 2002774 biang-kerok-kerusuhan-di-rutan-solo-dipindahkan-XwukK3lwqW.jpeg Foto: Okezone

SEMARANG - Buntut kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 A Solo Jateng, enam tahanan dan narapidana (napi) dipindahkan ke tempat lain. Satu orang dibawa ke Lapas Sragen sementara lima lainnya dipindahkan ke Semarang.

“Narapidana Koes Setiawan Danang Mawardi dipindahkan ke Lapas Sragen dengan menggunakan Rantis barracuda,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmaja, Kamis (10/1/2019).

Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet mendekam di penjara karena kasus penganiyaan yang dijerat Pasal 170 KUHP. Dia bersama napi kriminal lainnya mendekam di Blok C1 Rutan Kelas Solo.

 (Baca juga: Bentrokan di Rutan Solo Munculkan Nama Iwan Walet, Siapa Dia?)

rutan

Sementara lima napi lainnya dari kelompok lascar dibawa ke Mapolda Jateng di Semarang. Di antaranya yakni Isan alias Abdullah Ihsan (33), Rahmad Sardiansyah (20), Komari alias Komar (39), Harnang Tedy T (40), dan Geri Angger Raharjo (19).

“Mereka (lima orang) dibawa ke Mapolda Jateng. Ini baru sampai dan sedang dilakukan pendataan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi keributan antarnapi di Rutan kelas 1A Solo. Kerusuhan terjadi pada Kamis pagi saat sekira 30 orang datang membesuk salah satu tahanan bernama Ihsan. Ihsan merupakan tahanan kasus kepemilikan senjata tajam di Purwosari.

 (Baca juga: Teriak "Jihad", Ratusan Orang Berpenutup Kepala Memaksa Masuk Rutan Solo)

ss

Napi dan tahanan lain melihat 30 orang sekaligus diizinkan masuk ke dalam Rutan untuk membesuk dan memprotes karena sesuai aturan sekali besuk maksimal lima orang. Para napi dan tahanan itu tidak terima dan berteriak-teriak memprotes.

Pembesuk tidak terima diteriaki kemudian membanting pot di dekat area kunjungan dan melempar pot itu ke dalam blok tahanan dan terjadilah keributan. Para pembesuk yang berjumlah sekitar 30 orang itu kemudian memanggil rekan-rekan mereka yang ada di luar. Ada 200-an orang yang datang ke depan Rutan dan memaksa masuk.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini