nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru dan Dosen Gelar Mogok Kerja Pertama di Belanda

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 13:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 10 65 2002555 guru-dan-dosen-gelar-mogok-kerja-pertama-di-belanda-SvxW1xebj5.jpg Ilustrasi Guru (Foto: Okezone)

AMSTERDAM - Para guru dan dosen di semua level akan menggelar mogok kerja pertama di Belanda pada 15 Maret mendatang. Serikat guru dan dosen menyatakan mereka menuntut kenaikan gaji dan kondisi kerja lebih baik. Rencana mogok kerja itu mencerminkan meningkatnya rasa frustrasi di berbagai lapangan kerja di Belanda. Para karyawan di banyak sektor merasa tertinggal oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat, tapi tidak diiringi kenaikan gaji.

Mogok kerja pada 15 Maret itu diperkirakan mengakibatkan banyak sekolah dan universitas tutup. Aksi ini mengikuti mogok kerja para guru di sekolah dasar pada Oktober dan Desember 2017. ”Pada dasarnya semua guru, di semua level, menyatakan beban kerja terlalu tinggi.

loading...

Baca Juga: Bahas Sistem Zonasi, Mendikbud: Jumlah Guru PNS di Kota Kelebihan

Ada kekurangan jumlah guru yang sangat besar, baik di level sekolah dasar maupun sekolah menengah, serta gaji yang terlalu rendah,” papar juru bicara serikat guru AOB Simone van Geest, dilansir Reuters.

Para guru menuntut kenaikan anggaran pendidikan dari 4 miliar euro menjadi 30 miliar euro per tahun, dengan lebih dari setengah dana tambahan itu untuk sekolah dasar dan sekolah menengah. Untuk kenaikan gaji, serikat guru dan dosen meminta 1,1 miliar euro tahun ini, meningkat menjadi 2 miliar pada 2022.

Baca Juga: Kemendikbud Godok Aturan Pengganti Guru Pensiun

Para guru sekolah dasar dan sekolah menengah saat ini memiliki pendapatan 2.500 hingga 4.000 euro per bulan sebelum pajak. ”Kami telah mengumumkan mogok kerja ini lebih awal untuk memberi waktu bagi para guru, sekolah, dan pelajar untuk mengaturnya. Kami tidak ingin pemerintah datang dengan upaya menit terakhir untuk mencegahnya,” papar Van Geest.

Untuk merespons, juru bicara Kementerian Pendidikan Belanda Michiel Hendrikx mengatakan, sektor pendidikan telah menerima bagian terbesar dari investasi tambahan pemerintah. Dia menolak berkomentar tentang ancaman mogok kerja para guru dan dosen itu.

Pada 2017, pemerintah Belanda menjanjikan sekolah dasar dana 700 juta euro dalam dana tambahan hingga 2021, meski para guru saat itu sudah menyatakan mereka butuh dua kali lipat dari dana itu untuk kenaikan gaji dan membayar pendampingan tambahan di kelas. Sejumlah guru sekolah dasar terus menggelar serangkaian mogok kerja dalam skala lebih kecil tahun lalu, bersama para pegawai universitas pada September.

(Muh Shamil)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini