nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susah Senang Penjaga Makam, dari Sekedar Dapat "Uang Capek" Sampai Gaji UMR

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 15:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 338 2003331 susah-senang-penjaga-makam-dari-sekedar-dapat-uang-capek-sampai-gaji-umr-HbbxIUK85T.jpg Nurjen, petugas lepas di TPU Tanah Kusir mengaku sudah 20 tahun menggeluti profesinya (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Menjaga dan merawat makam pekerjaan bisa dibilang mulia. Namun, pekerjaan ini justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mendapatkan uang tambahan dari ahli waris.

Fenomena pungutan liar (pungli) oleh petugas dan penjaga sering terjadi di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah DKI Jakarta. Tetapi, mereka mengganti istilah pungli itu menjadi "uang capek" atas kerjanya merawat makam, khususnya pada mereka yang bukan petugas resmi.

Nurjen, salah satu petugas lepas di TPU Tanah Kusir. Sehari-hari dirinya membersihkan makam-makam yang sudah dititipkan oleh ahli waris kepadanya.

"Kalau saya sih biasa hanya merawat makam yang sudah dititipkan oleh ahli waris," kata Nurjen ketika berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Harus diakui suasana TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, terlihat bersih dan sangat terawat. Hal ini mungkin dikarenakan banyak petugas pembersih makam, baik resmi ataupun tidak.

Status Nurjen bukan penjaga makam resmi yang artinya tak ada di bawah Pemprov DKI. Sehingga, ahli waris makam yang idurus Nurjen harus merogoh kocek kembali untuk membayar jasanya. Dari uang itulah, selama 20 tahun Nurjen menghidupi keluarganya.

"Biasanya ahli waris ngasih perbulan kadang juga enggak. Saya sih enggak mau menarget dan se-ikhlasnya saja," kata Nurjen.

Saat ditanya apakah dirinya bisa membantu warga untuk mencari makam khusus, Nurjen menekankan dirinya hanya bisa membantu secara proses. Namun tak bisa membantu untuk mencari lokasi makam.

"Ada juga melalui bantuin urusi ke pengelola. Tetapi kadang-kadang sulit juga kita bantu sehingga ada juga yang langsung ke kantor," ujar Nurjen.

Suryadi Yahya membersihkan makam di TPU Menteng Pulo

Sementara, untuk penjaga makam yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai penjaga sekaligus pembersih di TPU Menteng Pulo, Suryadi Yahya, mengaku sudah 8 tahun menggeluti pekerjaannya.

"Alhamdulillah sejak 2014 saya diangkat jadi PJLP dengan gaji UMR," ujar Suryadi.

Saat disinggung mengenai praktik pungli dan apakah dia bisa membantu untuk mencari makam bagi warga, dirinya mengaku tak bisa melayani. Sebab, kata dia, pengawasan terhadap petugas makam sangatlah ketat.

"Enggak. Karena kalau kita gali (makam) itu dapat perintah dari admin kantor TPU. Kita tindak lanjuti baru untuk nyari lokasi makam dan kemudian digali," terang dia.

Tercatat di TPU Menteng Pulo sudah ada kurang lebih 80.000 makam. Mengenai suasana, tampak begitu gersang dan juga terlihat ada beberapa makam yang sedang mendapatkan perawatan khusus oleh petugas.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini