Kasus Hoaks Surat Suara Tercoblos Dinilai untuk Rusak Citra KPU

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 18:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 605 2003247 kasus-hoaks-surat-suara-tercoblos-dinilai-untuk-rusak-citra-kpu-xKVW8hZ6WO.jpg Boni Hargens (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan kasus hoaks terkait tujuh kontainer berisikan surat suara sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, bertujuan untuk merusak citra Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dalam kasus Andi Arief ini, kontainer surat suara itu, yang mau dicapai adalah merusak citra KPU, integritas KPU, sehingga nanti kalau misalnya kandidat terdulu kalah, yang dituduh atau disalahkan adalah KPU. Seakan-akan ada kecurangan disana," kata Boni saat menghadiri diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Nilai Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandiaga Bingungkan Rakyat

Boni

Boni mewaspadai adanya hoaks susulan yang akan terjadi jika polisi tidak membongkar tuntas kasus hoaks surat suara ini. Boni meminta Polisi menelisik siapa aktor intelektual ‎dalam kasus hoaks surat suara tersebut.

"Maka itu saya bilang, hati-hati ini sudah masuk wilayah keamanan pemilu, jadi jangan hoaks ini kita anggap persoalan sepele, ini masalah serius. Sudah menyangkut stabilitas negara," terangnya.

Hoaks tersebut terungkap setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendatangi langsung Tanjung Priok. Dari hasil penelusuran KPU dan Bawaslu, tenyata isu terkait surat suara sudah tercoblos tidak benar.

Polisi pun telah menetapkan lima tersangka kasus dugaan hoaks surat suara yang sudah tercoblos tersebut. Lima tersangka tersebut yakni berinisial MIK, BBP, LS, HY, dan J.

Baca Juga: Kantor BPN Prabowo-Sandi di Solo Diresmikan, PDIP Kirim Karangan Bunga

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini