nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Pendapatan Pengurus Makam TPU Milik Pemkot Tangerang

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 10:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 12 338 2003473 mengintip-pendapatan-pengurus-makam-tpu-milik-pemkot-tangerang-czwteyYBaF.jpg Mak Piah, Salah Seorang Pengurus Makam di TPU Selapajang Jaya di Tangerang (foto: Anggun/Okezone)

TANGERANG - Seorang pengurus makam, Alpiah (63) nampak telaten mengangkut air dari selokan di TPU Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Guratan usia di wajahnya, tak mengendurkan semangatnya untuk menyirami makam yang dirawatnya.

Dengan seksama dia menggotong ember berisi air selokan, untuk disiram di sekitar nisan dan tanah makam. Genap 12 tahun sudah, Alpiah menggeluti pekerjaannya sebagai perawat makam. Dia tinggal tak jauh dari lokasi TPU.

(Baca Juga: Uang Panas Lahan Makam, Sudah Mati pun Masih Harus Keluar Biaya) 

Infografis Makam (foto: Okezone)

Pekerjaan yang didapatkan Alpiah, diberikan langsung oleh sejumlah ahli waris atau pihak keluarga yang sedang melayat di makam. "Saya suka dipanggil gitu kalau kelihatan lagi ngurus makam, dipanggil terus ditawarin mau enggak ngurus makam," ujar Alpiah saat ditemui Okezone.

Alpiah tekun merawat makam yang diamanahkan kepadanya, hampir setiap hari. Hingga kini, ada 14 makam yang dirawatnya setiap hari.

"Tiap sore saya ngurusin makam, nyiramin begini, nyabutin rumput. Pakai air dari comberan situ, tapi bersih sih airnya juga. Bisanya ya kerja begini, biar ada kegiatan. Kadang juga kalau nemu ada botol-botol bekas orang nyekar saya ambilin, dikumpulin buat nambah-nambah uang nanti dikiloin," paparnya.

Perempuan yang kerap disapa Mak Piah ini mengaku, bahwa penghasilan dari pekerjaannya sebagai perawat makam tidak dapat ditentukan. Jika pun ada pemasukan paling banyak, hal itu terjadi hanya sekali dalam setahun, yakni ketika Hari Raya Idul Fitri.

TPU Selapajang Jaya di Tangerang (foto: Anggun/Okezone)	TPU Selapajang Jaya di Tangerang (foto: Anggun/Okezone)

"Lebaran kemarin Alhamdulillah dapat Rp2 juta. Tapi ya begitu enggak nentu banget. Kadang dibayar, kadang enggak. Kadang suka ada yang bayarnya tiga bulan sekali, kalau yang baik mah sebulan sekali dikasih Rp50 ribu. Dia (ahli waris) lagi ngelayat, nyari ke rumah saya buat ngasih ke saya. Ya gitu seringnya mah pokoknya nunggu lebaran saya baru dapat bayarannya," tuturnya.

(Baca Juga: Biaya Pemakaman di TPU Milik Pemkot Tangerang Sentuh Angka Jutaan Rupiah) 

Mak Piah mengatakan, bahwa hal serupa juga terjadi pada teman-teman perawat makam lainnya. "Sama yang lain juga dibayarnya kayak saya. Nunggu lebaran atau sepengasihnya ahli waris. Saya tetap kerja begini biar nggak nganggur di rumah. Alhamdulillah anak-anak udah pada nikah udah kerja, ya kalau buat makan sehari-hari bareng sama mereka," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini