PSI Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital secara Optimal

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 06:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 12 605 2003450 psi-dorong-pemanfaatan-teknologi-digital-secara-optimal-ed8ZPpfEYx.jpg ilustrasi.

Sigit mengakui, kebijakan semacam ini memerlukan kemauan politik yang kuat. “Syaratnya tidak boleh ada korupsi dalam proses pengadaan gawai, dan pasti akan ada yang kehilangan uang terima kasih yang selama ini dinikmati dari pengadaan buku cetak,” kata Sigit.

Selain di bidang pendidikan, PSI juga mendorong pemanfaatan internet dan teknologi digital untuk pemberdayaan desa. “Sebagai praktisi TI, saya bersama teman-teman penggiat desa sudah sekitar tujuh tahun melakukan pemberdayaan desa dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hasilnya, banyak desa yang menjadi sangat maju dan berkembang setelah memanfaatkan teknologi informasi. PSI ingin menduplikasi keberhasilan ini ke seluruh desa di Indonesia,” kata Sigit.

Grace Natalie. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)

Pada acara #Festival11 di Bandung, Grace Natalie menekankan setiap desa bisa bertransformasi menjadi desa digital dan warga dapat mengakses internet secara gratis. “Beberapa desa berhasil bertransformasi menjadi desa digital secara swadaya, bayangkan kecepatan duplikasinya apabila program ini dijadikan program nasional dengan dibiayai oleh pemerintah,” ungkap Sigit.

Konsep desa digital yang digagas oleh PSI, menurut Sigit tidak terlalu berat untuk dijalankan. “Kuncinya pada akses internet yang bisa digunakan oleh pemerintah desa dan seluruh masyarakat desa, serta Sistem Informasi Desa berbasis internet. Ini bukan program yang mahal dan bisa dijalankan dengan menggunakan sebagian kecil dana desa,ujar Sigit. “Kalau ada yang bilang mahal, pasti terbiasa dengan anggaran yang lebih banyak digunakan untuk focus group discussion dan biaya perjalanan dinas pejabat pelaksananya,” tambah Sigit lagi.

Dengan Sistem Informasi Desa yang terintegrasi secara nasional, desa dapat memberikan berbagai layanan kependudukan yang cepat untuk warganya. “Selain itu, pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten, dapat melihat secara riil kebutuhan masyarakat di tiap desa,” kata Sigit yang juga caleg DPR-RI daerah pemilihan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap ini.

Yang menurut Sigit juga tak kalah penting, desa digital berarti juga desa transparan. “Semua anggaran desa, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban pelaksanaannya akan dapat diakses terbuka secara online. Ini akan menghilangkan kekhawatiran sementara orang pada penyelewengan dana desa yang jumlahnya tujuh puluhan triliun rupiah itu,” pungkas Sigit.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini