nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa di Yogyakarta Nekat Bobol Rumah untuk Dapat Uang Saku Rekreasi Sekolah

krjogja.com, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 15:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 13 510 2003824 siswa-di-yogyakarta-nekat-bobol-rumah-untuk-dapat-uang-saku-rekreasi-sekolah-rN3qygqXIo.jpg Foto: KRJogja

BANTUL - Resmob Polsek Banguntapan Bantul Polda DIY dipimpin Iptu Ryan Permana Putra menyergap tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) Sa (19) warga Banguntapan Bantul. Tersangka dibekuk petugas setelah akhir Desember 2018 membobol rumah Ruli Kusumastuti di Janti Gang Kenanga.

Dalam aksi kejahatannya waktu itu, tersangka menggasak sejumlah berang berharga yakni, gelang seberat 10 gram emas putih, cincin 2,7 gram emas putih, cincin 2,8 gram emas putih, gelang kaki 7 gram emas putih, liontin tengkorak black diamond 1 krat gold, liontin nazi 2 gram emas, liontin air 2,5 gram, liontin bunga 2 gram, anting 2 gram, gelang 21 gram emas, jam tangan esprit warna gold, camera canon pocket.

Akibat dari peristiwa itu korban rugi sekitar Rp 117.715.000,00 (seratus tujuh belas juta tujuh ratus lima belas rupiah). Dari sekian banyak barang itu, belum semua ditemukan, ada beberapa barang sudah dijual tersangka untuk keperluan rekreasi sekolah dan perayaan tahun baru.

Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi, Minggu (13/1/2019) mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan di lapangan dengan memintai keterangan sejumlah saksi kecurigaan mengarah kepada Sa. Namun petugas belum berani menangkap penjahat itu dengan berbagai pertimbangan. Setelah itu Resmob terus menajamkan penyelidikan fokus Sa.

"Akhirnya petugas yakin jika Sa merupakan dalang di balik aksi pembobolan rumah itu. Kemudian pada Sabtu 12 Januari dinihari Resmob Polsek Banguntapan menyergap Sa di rumahnya dengan sejumlah barang bukti," kata Suhadi.

Suhadi mengatakan, kejahatan Sa ditengarai tidak hanya dilakukan kali ini saja. "Kami berusaha semua laporan dari masyarakat kami tindaklanjuti dengan segala daya dan upaya," ujarnya. Dalam aksinya tersangka mamanjat tembok belakang rumah korban.

Sementara Sa yang kini masih terdaftar sebagai siswa sekolah menengah atas di Yogyakarta ini mengungkapkan, bahwa tindakannya dipicu desakan kebutuhan. Salah satunya akan adanya kegiatan rekreasi sekolah. Tetapi uang sakunya tidak terlalu banyak, sehingga untuk mendapat tambahan bekal Sa membobol rumah. Selain itu tersangka juga mengaku jika uangnya untuk perayaan tahun baru lalu.

“Waktu itu sekolah Sa ini mau ada rekreasi, uang sakunya kurang, itu alasan melakukan pembobolan,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini