nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jutaan Umat Hindu Berkumpul di India untuk Rayakan Festival Keagamaan Terbesar di Dunia

Indi Safitri , Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 18 2004254 jutaan-umat-hindu-berkumpul-di-india-untuk-rayakan-festival-keagamaan-terbesar-di-dunia-nGYcG2NlOx.jpg Foto: AFP.

ALLAHABAD – Para penganut Hindu berkumpul pada Minggu, 13 Januari di India utara untuk menghadiri festival keagamaan terbesar di dunia, dengan jutaan peziarah yang bepergian untuk mandi di sungai suci dalam festival Kumbh Mela yang spektakuler.

Diwartakan AFP pada Senin (14/1/19), otoritas Negara Bagian Uttar Pradesh memperkirakan 12 juta pengunjung untuk datang ke Allahabad untuk datang ke festival yang sudah berlangsung berabad-abad itu. Festival tersebut akan secara resmi dimulai pada Selasa dan akan berlanjut hingga awal Maret.

Allahad adalah kota kuno yang dibangun di sepanjang tepi Sungai Gangga, Yamuna dan sungai Saraswati yang mistis. Titik pertemuan ketiga sungai tersebut dianggap sakral dalam agama Hindu.

Umat Hindu percaya dengan mandi di sana selama Kumbh membantu membersihkan dosa dan membebaskan jiwa dari siklus kematian dan terlahir kembali.

Dua hari sebelum ritual mandi besar dimulai, orang-orang suci tanpa busana, berkelana di tepi sungai dengan berbalur abu, menawarkan berkah bagi umatnya.

“Kami membantu para penyembah menyingkirkan rasa sakit dan masalah mereka melalui berkah, abu suci, yoga, pengetahuan dan kebijaksanaan kami," kata Prahlad Puri, seorang lelaki suci dengan rambut panjangnya yang diikat dengan sanggul.

"Kami mendistribusikan makanan, kami melayani orang miskin,” tambahnya.

Menurut mitologi Hindu, para dewa dan iblis bertempur memperebutkan kendi suci, atau kumbh, yang berisi nektar keabadian. Selama pergumulan, beberapa tetesnya jatuh ke bumi di empat lokasi yang berbeda, salah satunya di Allahabad.

Kota bersejarah itu baru-baru ini diganti namanya menjadi Prayagraj oleh pemerintah Hindu konservatif negara bagian itu, tetapi masih dikenal luas sebagai Allahabad, nama yang diberikan oleh penguasa Muslim ratusan tahun yang lalu.

Festival Mela, yang berjalan sampai 4 Maret, diakui sebagai warisan budaya yang tak dapat diraba oleh Unesco pada 2017.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini