nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peduli Pemberdayaan UMKM, Caleg Perindo Beri Pelatihan Wirausaha dan Cooking Class

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 338 2004440 peduli-pemberdayaan-umkm-caleg-perindo-beri-pelatihan-wirausaha-dan-cooking-class-qYK2aGmaYl.jpg

BEKASI - Partai Perindo melalui para calegnya memberikan program unggulan pemberdayaan UMKM, yakni pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class di Gang Mangga, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelatihan ini merupakan sebuah gerakan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

"Menu hari ini martabak manis dan fried chicken. Pogram ini sangat bagus untuk memberikan ilmu supaya masyarakat bisa berwirausaha dan produktif, sesuai dengan visi Perindo untuk Indonesia sejahtera. Kalau kita tidak mendorong produktif, sejahtera itu tidak akan terwujud. Produktif dalam arti mereka bisa mandiri untuk membuka suatu usaha yang bisa dimulai dari modal kecil," kata caleg DPR RI Dapil VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di Bekasi, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2016, perkembangan UMKM di Indonesia cenderung kalah bersaing, seiring gencarnya pelaku usaha luar yang masuk ke dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga dinilai minim pembinaan dan dorongan terhadap pelaku UMKM, sehingga menambah ketertinggalan.

"Nah, inilah salah satu alasan kami disini untuk membantu pemerintah juga sebenarnya, untuk bisa membuat UMKM di Indonesia ini bisa bersaing. Bersaing dalam hal bagaimana membuat konsep bisnis, packaging bisnis dan pemasarannya, sehingga pelaku-pelaku UMKM ini paling tidak didorong untuk maju," ujar pria yang biasa disapa Cak Eko itu.

Sektor UMKM sendiri diakuinya sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan perekonomian Indonesia, karena 58 persen PDT Indonesia berasal dari usaha kecil menengah ini. Selain itu, UMKM juga menjadi salah satu yang bertahan pada saat krisis ekonomi 1998.

"UMKM juga penyerap tenaga kerja yang cukup besar juga. Jadi semakin kita dorong UMKM maju, maka kemajuan dari penciptaan lapangan pekerjaan ini juga makin tumbuh besar," paparnya.

Melihat potensi besar yang dimiliki Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang melahirkan banyak wirausaha khususnya di bidang kuliner, Cak Eko berharap para pewirausaha tersebut dapat terus mencetuskan inovasi dan kreativitas dalam usahanya.

"Para pelaku usaha harus meningkatkan konsep bisnis yang bisa mengikuti perkembangan teknologi, yang mana masyarakat sekarang cenderung belanja online. Jadi sosial media harus digunakan untuk itu, sehingga produk mereka juga diketahui banyak orang dan bisa dipesan secara online. Istilahnya disruption economy, pergeseran perilaku belanja oleh konsumen. Ini yang harus disikapi juga oleh para pelaku UMKM," imbuhnya.

Selain itu, pelaku UMKM juga perlu didorong untuk bisa berkiprah di kancah internasional, khususnya UMKM di provinsi Jawa Barat. Karena menurutnya produk UMKM di Jawa Barat memiliki kualitas yang bagus baik industri kreatif maupun kulinernya.

"Nah ini dikemas dengan baik, sering difasilitasi oleh pemerintah untuk ikut pameran di luar, sehingga produk mereka bisa ekspor. Nah ini yang penting," tutupnya.

Caleg DPRD Provinsi Jabar Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono menambahkan, Jawa Barat sebagai masyarakat berpenduduk paling banyak, diharapkan memberikan produktivitas yang lebih masiv pula.

"Tentunya kita punya harapan, Jawa Barat menjadi barometer perekonomian Indonesia. Caranya bisa dimulai dari hal kecil, kita membangun para pelaku wirausaha rumahan, kita ajarkan cara berusaha. Sebelum berusaha itu dia harus belajar ilmunya. Terus mengenal siapa pelanggannya dan pesaing di kiri kanannya. Ketika kita sudah mengenal itu semua tentunya dia akan mempunyai program-program cara melakukan pemasaran yang bagus," katanya.

"Katakanlah membuat fried chicken. Nah, dengan cara yang diajarkan sekarang adalah ayam crispy, maka dia akan membuat bumbu yang khusus sehingga nilai jualnya akan lebih tinggi dari pesaingnya tadi. Itu adalah salah satu strategi berwirausaha. Tentunya kembali lagi bahwa mereka harus belajar dari bawah dulu. Kalau yang sudah punya usaha, ya tinggal ditingkatkan. Caranya tentu dengan pemasaran, salah satunya dengan digital marketing," paparnya.

Selain itu, menurunnya daya beli masyarakat, diakui Dudung menjadi salah satu pemandangan yang kerap ditemui kala dirinya terjun ke lapangan. Karena itu Perindo mencoba untuk membangkitkan kembali gairah UMKM yang menyasar kaum ibu-ibu khususnya di Jawa Barat, agar bisa lebih produktif dan berkembang.

"Tentunya Jawa Barat banyak lahan-lahan atau area yang perlu disentuh, karena itu adalah daerah kuliner lah, ada khas-khasnya. Nah inilah yang kita bangun, tidak hanya satu dua saja, tapi harus ada ribuan yang khas di Jawa Barat. Ketika itu sudah terwujud, maka insyaallah Jawa Barat akan menjadi barometer perekonomian Indonesia dan akan memberikan motivasi bagi provinsi lain," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini