nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Bom Mobil di Ibu Kota Kolombia Tewaskan 10 Orang, Lukai Puluhan Lainnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 10:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 18 18 2006127 serangan-bom-mobil-di-ibu-kota-kolombia-tewaskan-10-orang-luka-puluhan-lainnya-oQe6b4xZvj.jpg Foto: Reuters.

BOGOTA – Sebuah bom mobil meledak di akademi kepolisian di Ibu Kota Kolombia, Bogota pada Kamis, 18 Januari waktu setempat. Ledakan itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 50 lainnya serta membangkitkan memori warga Kolombia akan masa-masa penuh kekerasan yang telah dilalui negara itu.

Pihak berwenang mengatakan, mobil itu menerobos pos pemeriksaan, melaju ke halaman sekolah General Santander dan meledak, menghancurkan jendela apartemen di dekatnya. Serangan itu adalah salah satu yang paling mematikan di Bogota sejak pemerintah mencapai kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak Marxis, FARC pada 2016.

BACA JUGA: Tiga Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Pusat Perbelanjaan Kolombia

Presiden Kolombia, Ivan Duque menyebut serangan itu sebagai “aksi teroris gila” terhadap taruna polisi yang tak bersenjata. Dia telah memerintahkan polisi dan militer Kolombia untuk memburu pelaku dan menyeretnya ke pengadilan.

“Rakyat Kolombia tidak pernah menyerah pada terorisme, kami selalu mengalahkannya. Ini tidak akan menjadi pengecualian, ” kata Duque dalam konferensi pers di sekolah kepolisian yang terletak di selatan Bogota itu, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (18/1/2019).

Jaksa Agung Kolombia, Nestor Humberto Martinez mengatakan, penyelidik telah mengidentifikasi sopir mobil sebagai Jose Aldemar Rojas Rodriguez. Dia termasuk sebagai salah satu yang tewas dalam kejadian itu.

Aldemar menggunakan mobil jenis Nissan SUV patroli yang membawa 80 kilogram bahan peledak pentolite. Bahan peledak jenis ini dahulu sering digunakan oleh kelompok-kelompok gerilyawan pemberontak di Kolombia.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut dan Humberto Martinez mengatakan para penyelidik sedang mencari "aktor intelektual" serangan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi terdapat 10 orang tewas dan 54 lainnya luka-luka. Sembilan dari korban yang meninggal adalah taruna di akademi.

Serangan bom mobil sering terjadi di Kolombia selama beberapa dekade perang saudara antara negara dan berbagai kelompok pemberontak kiri, serta pada masa kekerasan yang melibatkan kartel narkoba Medellin yang dipimpin oleh raja obat bius Pablo Escobar.

BACA JUGA: Kolombia Sepakat Gencatan Senjata dengan Pemberontak ELN

Perang yang menewaskan sekira 260.000 korban dan menyebabkan jutaan orang keluar dari kampung halamannya itu berakhir ketika pemerintah mencapai kesepakatan damai dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) pada 2016.

Serangan besar terakhir terjadi pada Januari 2018 ketika kelompok pemberontak terbesar yang masih aktif, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), meledakkan sebuah bom di kota pelabuhan utara Barranquilla, menewaskan lima petugas polisi dan melukai puluhan lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini