nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu Ungkap Kasus Mafia Bola, Jurnalis Ghana Ditembak Mati di Jalan Ibu Kota

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 18:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 18 18 2006392 bantu-ungkap-kasus-mafia-bola-jurnalis-ghana-ditembak-mati-di-jalan-ibu-kota-xviXjf27PR.jpg Ilustrasi.

DAKAR – Seorang jurnalis Ghana yang membantu mengungkap kasus mafia sepakbola di negara Afrika barat itu ditembak mati oleh pria bersenjata dalam perjalanan pulang kerja pada Rabu. Ahmed Hussein-Suale ditembak tiga kali oleh beberapa pria yang mengendarai sepeda motor di Ibu Kota Accra.

"Kami ... sangat terpukul oleh tindakan pengecut ini, tetapi tetap tidak tergoyahkan dalam tekad kami untuk membuat ... korupsi menjadi kegiatan berisiko tinggi di negara ini," demikian pernyataan dari perusahaan tersebut sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (18/1/2019).

Hussein-Suale adalah bagian dari tim yang dipimpin oleh wartawan terkenal Anas Aremeyaw Anas yang bekerja mengungkap kasus suap sepak bola di Ghana. Kru jurnalis itu terkenal dengan film dokumenter tahun lalu yang menuduh 77 wasit dan ketua sepak bola Ghana saat itu, Kwesi Nyantakyi telah menerima suap.

Film ini mendorong Ghana untuk membubarkan Asosiasi Sepak Bolanya. Nyantakyi diskors oleh badan sepak bola dunia FIFA dan mundur tak lama setelahnya, meminta maaf atas apa yang disebutnya "perbuatan yang tidak bijaksana”.

Pembunuhan itu mengejutkan Ghana yang persnya tengah menikmati kebebasan relatif besar dibandingkan dengan banyak negara Afrika.

"Saya berharap polisi akan menangkap, secepat mungkin, para pelaku kejahatan keji ini," kata Presiden Afuko-Addo di Twitter. Polisi dan pejabat pemerintah Ghana belum dapat dihubungi untuk diminta komentar lebih lanjut.

Pembunuhan itu terjadi setelah kampanye kekerasan terhadap tim dokumenter tersebut. Setelah dokumenter itu ditayangkan, legislator pemerintah Kennedy Agyapong menyebut Hussein-Suale "berbahaya", membagikan fotonya dan mengatakan kepada pemirsa bahwa dia akan membayar mereka untuk "memukulinya".

Anas yang memimpin kru jurnalis itu menutupi wajahnya saat bepergian di tempat umum karena alasan keamanan dan telah menerima ancaman pembunuhan di Facebook dan Twitter.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini