nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayoritas Angkatan Kerja di Indonesia Berpendidikan Rendah, Bagaimana Solusinya?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 13:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 65 2008261 mayoritas-angkatan-kerja-di-indonesia-berpendidikan-rendah-bagaimana-solusinya-qXmgwZEITT.jpeg Indonesia Leaders Forum 2019 (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang sangat penting untuk mendorong kemajuan Indonesia. Sebab peningkatan kualitas SDM mampu mendorong daya saing Indonesia di global.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono dalam forum Indonesia Leader Forum (ILF) yang diselenggarakan oleh Koran SINDO. Forum kali ini bertemakan “Terobosan Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi Melalui Sinergi Kolaborasi Lintas Stake Holder Dalam Pembangunan Human Capital”.

Agus menyebutkan, dalam rilis World Economic Forum (WEF) mengenai indeks daya saing global, Indonesia berada di posisi 45 dari 140 negara di 2018. Peringkat ini mengalami perbaikan dari tahun 2017 yang di posisi 47 dan pada tahun 2015 di posisi 50.

Baca Juga: Hong Kong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

"Daya saing sangat membutuhkan kualitas sumber daya manusia, karena sumber daya manusia mampu menggerakkan sektor-sektor produktif," katanya di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Meski demikian, daya saing Indonesia diperhadapkan tantangan kualitas angkatan kerja yang masih didominasi pendidikan rendah. Kata dia, angkatan kerja Indonesia masih didominasi tingkat pendidikan SMP ke bawah. Di mana angkatan kerja dengan lulusan perguruan tinggi hanya sebanyak 10%, kemudian tingkat lulusan SMA sebanyak 25%, sisanya sebanyak 65% lulusan SMP ke bawah.

"Jadi sekalipun kita memiliki bonus demografi, tetapi proporsi terbesar dari penduduk usia produktif tadi adalah berpendidikan SMP," ucap dia.

tenaga kerja

Maka dengan jumlah usia produktif yang mayoritas berpendidikan SMP, Indonesia tetap kalah dibandingkan negara lain yang sebagai besar penduduknya berpendidikan perguruan tinggi.

"Ini menjadi tantangan bagaimana mengatasi persoalan tersebut, kita perlu memperbesar kapasitas pendidikan tinggi. Dan ini menjadi tanggung jawab dan tugas kita bersama," jelas dia.

Dalam hal ini, lanjut Agus, Pemerintah mendorong percepatan pembangunan SDM di antaranya melalui pendidikan vokasi. Sehingga diharapkan angkatan kerja domestik dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja di era industri revolusi 4.0.

"Diharapkan melalui revitalisasi ini kualitas sumber daya manusia lebih baik lagi dan memberikan sumbangan yang besar pada Indonesia," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini